Akibat Langka, Masyarakat Enggano Terpaksa Selundupkan BBM

ENGGANO, newsikal.com – Masyarakat Enggano meminta kepada pemerintah untuk segera menyuplai Bahan Bakar Minyak (BBM). Mengingat, BBM merupakan kebutuhan utama bagi masyarakat Enggano.

Akibat putusnya BBM ini, masyarakat Enggano mengaku melakukan tindak yang melanggar hukum yakni membawa BBM secara ilegal di kapal. Tak jarang, BBM yang dibawa diketahui pihak kapal, hingga BBM dibuang ke laut.

Bagi masyarakat Enggano, hal ini sangat menyedihkan. Perbuatan itu dilakukan, karena memang BBM tersebut sangat dibutuhkan sekali.

Seperti yang disampaikan oleh Titi (30), ia mengungkapkan kejadian seperti itu akibat langkanya BBM, sehingga masyarakat berani dan tanpa takut melanggar hukum.

“Berhubung BBM di Enggano ini suduh putus, sebagian masyarakat memberanikan diri untuk membawa BBM dari Bengkulu secara diam-diam walaupaun itu melanggar hukum, demi kehidupan di Enggano,” ujar Titi.

Menuntut hal ini bisa diselesaikan, masyarakat Enggano menggelar aksi demo di monumen NKRI, Kamis (6/2/2020). Dalam aksi ratusan masyarakat tersebut masyarakat menyampaikan beberapa tuntutuan terutamanya soal BBM.

Tak berselang lama, insiden lain terjadi. Terlihat Kapal Printis Sabuk Nusantara 52 tiba-tiba angkat jangkar dan langsung berangkat menuju Bengkulu. Hal tersebut spontan membuat masyarakat geram, pasalnya banyak penumpang dan hasil bumi terlantar di Dermaga.

Pulang lebih awalnya Kapal Printis tersebut diduga juga akibat keributan terkait BBM yang diselundupkan warga Kamis pagi. Terjadi keributan antara masyarakat dengan pihak Crew Kapal.

Kronologisnya, lantaran pihak kapal berhasil menyita BBM jenis pertalite sebanyak 5 liter yang dibawa oleh salah satu masyarakat.

Namun pada saat masyarakat menanyakan soal penyitaan BBM tersebut kepada Kapten Kapal bukan solusi yang didapat, bahkan terjadi keributan yang berujung pelaporan kepada pihak Kepolisian, yang ditangani langsung oleh Kapolsek setempat.

Kapal pulang lebih awal, akibatnya banyak barang dan masyarakat yang terlantar hingga urung menuju Bengkulu, serpertihalnya masyarakat yang hendak mengikuti tes CPNS.(kay/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close