Akui, Rohidin Berhasil Bangun Bengkulu

Keberhasilan Rohidin membangun Bengkulu patut diakui, karena pembangunan memang dirasakan benar-benar nyata. Pada kepemimpinannya berbagai prestasi dan penghargaan tingkat nasional juga diraih oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu.

Hal itu dipaparkan dalam Paripurna Istimewa HUT Provinsi Bengkulu ke 51 dengan tema “Tetap Semangat Membangun Bengkulu” bertempat di Ruang Paripurna DPRD Provinsi Bengkulu, Senin (18/11/2019).

Banyak “celoteh” yang mengaitkan keberhasilan ini dengan jumlah Silpa. Itu sebuah pemikiran yang cukup “dangkal”.

Pada dasarnya, Silpa bukan terjadi atas kehendak seorang Gubernur. Terbukti, pada pembahasan RAPBD lalu Gubernur begitu memprioritaskan pembangunan.

Pengorbanannya dalam memperjuangkan anggaran untuk pembangunan sudah luar biasa. Jika Silpa tinggi “Salah Besar” jika semua itu salah kepala daerah.

Banyak indikasi yang harus dipelajari, tidak semata-mata menjustifikasi bahwa itu bentuk “Kegagalan” kepala daerah. Karena kerja penyerapan anggaran dilakukan oleh masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD), jika gagal menyerap, kapala daerah wajib lakukan evaluasi.

Indikasi di dalam OPD juga tidak bisa langsung dikatakan “gagal”. Jika pihak ketiga dalam pengerjaan pembangunan tidak sesuai aturan, maka jelas pekerjaan itu harus dihentikan. Hal ini sebuah gerak yang sangat bijak, meminimalisir kerugian negara, bahkan lebih baik balik ke negara dari pada jatuh ke tangan oknum yang tidak bertanggung jawab.

Diharapkan, masyarakat harus menilai dari berbagai sisi, bahkan bukti nyata agar peningkatan benar-benar terlihat. Jangan sampai menjustifikasi dari satu sisi.

Beberapa rilis yang terbit di berbagai media di Bengkulu, dalam kategori tata kelola birokrasi, Pemerintah Provinsi Bengkulu berhasil meraih predikat WTP dua kali berturut-turut. Sedangkan dalam kategori infrastruktur potensial dan pelayanan publik, dua kali berhasil mendapatkan penghargaan platinum, dalam Indonesia’s Attractiveness Award yang selenggarakan PT Tempo Inti Media Tbk. dan Frontier Group.

Bahkan disebutkan salah satu tokoh di Bengkulu, Provinsi Bengkulu dinobatkan sebagai pengendali inflasi terbaik nasional, untuk wilayah Sumatera. Tidak hanya itu, di bawah kepemimpinan Gubernur Rohidin, Indeks Pembangunan kemajuan kebudayaan Provinsi Bengkulu, menempati posisi ke 4 terbaik nasional, setelah Jawa Tengah, Bali, dan Jogjakarta serta mengungguli angka rata-rata nasional.

Sesuai data BPS, sejak memimpin Bengkulu, Gubernur Rohidin juga berhasil menurunkan angka pengangguran yang signifikan, dari 4.91% pada 2015, menjadi 3.51% pada tahun 2018, bahkan Bengkulu menjadi provinsi yang berhasil menurunkan angka pengangguran terendah se-Sumatera, dan terendah ketiga nasional.

Selain itu, ditangan politisi Golkar ini juga tingkat kemiskinan Provinsi Bengkulu berhasil diturunkan, dari 17,16% pada 2015 menjadi 15.41% pada tahun 2018. Angka ini merupakan angka terendah, sepanjang sejarah Provinsi Bengkulu berdiri.

Ia juga berhasil meningkatkan Indeks Pembangunan Desa dalam rentan waktu sejak dirinya memimpin Bengkulu hingga 2018. Semakin besar, Rohidin juga lakukan terobosan, dirinya berhasil meningkatkan investasi sejak lima tahun terakhir yang sebelumnya hanya 0,216 triliun melonjak menjadi 6,733 triliun.

Dengan kegigihanya dalam menggoyah investasi itu, membuat banyak investor luar negeri yang melirik Provinsi Bengkulu. Tidak hanya India yang membangun Pabrik Minyak Goreng, tapi juga baru-baru ini investor asal Korea Selatan kunjungi Bengkulu.

Terkait infrastruktur, hal ini menjadi yang prioritas. Terbukti banyak jalan yang dibuka dan jalan rusak menjadi mulus di Provinsi Bengkulu. Dengan keberhasilan ini, pastinya pembangunan jalan akan dilakukan lagi tahun depan untuk daerah yang belum.

Belum lagi sisi kepariwisataan, beberapa event di Bengkulu masuk pada calender of event (COE) nasional 2020. Diantaranya yakni Festival Tabut, Festival Pesisir Pantai dan Festival Pantai Panjang.

Selain pariwisata, Rohidin juga masih gencar mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Bandara Fatmawati yang baru-baru ini sah dikelola Angkasa Pura, lalu pengembangan Pelabuhan Pulau Baai.

Baru kemarin, di Pelabuhan Pulau Baai Rohidin melepas ekspor perdana 55 ribu ton Batu Baru menuju India. Ini dipercaya akan meningkatkan neraca perekonomian di Provinsi Bengkulu.

Masih banyak pembangunan yang tidak cukup dipaparkan di sini, pastinya dengan keberhasilan ini, diharap masyarakat tidak hanya mengakui tapi juga tetap mendukung pembangunan. Seperti tema pada HUT ke 51 Provinsi Bengkulu ini yakni “Tetap Semangat Membangun Bengkulu”.

 

Penulis : K. Hady (Pemred newsikal.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close