Aplikasi e-PANA Berbakat, Diyakini Tekan Angka Kekerasan Anak

BENGKULU, newsikal.com – Melalui Aplikasi Perlindungan Anak e-PANA BERBAKAT, diyakini dapat menekan angka kekerasan terhadap anak di Provinsi Bengkulu. Dengan pelayanan berbasis IT ini, masyarakat mudah lakukan pengaduan apabila terjadi kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan tempat sekitarnya.

Dijelaskan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Bengkulu, Foritha Ramadhani, melalui Aplikasi ini masyarakat juga akan memperoleh pengetahuan dalam perlindungan perempuan dan anak.

“Melalui aplikasi e-PANABerbakat, masyarakat juga bisa memperoleh informasi mulai dari pola asuh, masalah undang-undang perlindungan anak, sanksi dan hukumnya secara lengkap,” ujarnya.

Selain itu, Gubernur Bengkulu, Dr. Rohidin Mersyah, MMA, mengatakan, dirinya perihatin terhadap kasus kekerasan perempuan dan anak di Provinsi Bengkulu yang tinggi, sehingga dirinya bersikeras membentuk satgas dan kader perlindungan perempuan di kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu.

“Beberapa tahun terakhir ini kita semangat bangun Bengkulu mulai dari infrastruktur jalan, pengembangan kawasan pelabuhan dan bandara, penguatan kelembagaan hingga mendongkrak komoditas unggulan provinsi tampil ke tingkat internasional. Namun kita sedih di tengah kemajuan itu, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Provinsi Bengkulu masih tinggi,” ungkap Rohidin usai mengukuh satgas PPA dan Kader Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) sekaligus melaunching Aplikasi Elektronik perlindungan anak berbasis masyarakat (e-Pana Berbakat), (25/11/2019) di Kepahiang.

Disampaikannya juga, regulasi perda perlindungan perempuan dan anak terus dibentuk, namun angka kekerasan terhadap perempuan dan anak masih marak terjadi. Ini harus menjadi perhatian serius dari seluruh komponen semua masyrakat.

“Masyarakat harus peka terhadap lingkungan sekitar, jika melihat atau mengetahui mengenai kekerasan terhadap perempuan dan anak jangan segan informasikan kepada Satgas dan pihak terkait,” imbau Rohidin.

Sebanyak 50 satgas PPA yang sudah dikukuhkan akan diperkenalkan dengan aplikasi ini, agar dapat memberikan informasi dan penerapan lebih lanjut mengenai penggunaan aplikasi ini kepada masyarakat. Dengan adanya satgas PPA ini, Rohidin berharap bisa menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Provinsi Bengkulu.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close