Bengkulu Berkemajuan “Ngimpi?”

Penulis : Kartono Hady

Di usia ke 50 tahun tepatnya 18 November 2018, Pemerintah Provinsi Bengkulu mengeluarkan tagline “Setengah Abad Bumi Rafflesia, Menuju Bengkulu Berkemajuan”. Berjalan satu bulan, akibat kalimat ini muncul banyak pertanyaan masyarakat.

Apa benar Bengkulu bisa berkemajuan dan kemajuan seperti apa? apakah ini mimipi atau juga hanya sekedar tagline?

Munculnya pertanyaan ini, karena memang masyarakat Bengkulu sangat merindukan pembangunan. Imbas dari pemimpin yang korup, pembangunan menjadi tersendat. Program-progam yang dulu dijanjikan banyak nihil.

Yang jelas saat ini, mengeluarkan kata “Berkemajuan” harus ada dasarnya. Memang, Provinsi Bengkulu saat ini lagi mengalami pembangunan hebat.

Pemerintah Provinsi Bengkulu sedang fokus mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pulau Baai. Diyakini ini dapat mendongkrak ekonomi yang cukup signifikan. Apalagi dengan pengembangan pelabuhan yang terintegrasi dengan KEK, harapannya neraca ekspor dan hilirisasi meningkat untuk komuditas unggulan Provinsi Bengkulu.

KEK ini nantinya akan menjadi pusat investasi yang menjanjikan, karena akan didukung dengan infrastruktur yang strategis seperti tol, jalur kereta api bahkan pelabuhan udara. Tol yang menghubungkan Bengkulu dengan Sumatera Selatan melalui Lubuk Linggau ini merupakan proyek strategis nasional dan sudah pasti akan dimulai pembangunannya tahun ini, karena penetapan trase sudah dilakukan.

Belum lama, 15 November 2018 lalu, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah bersama Presiden Direktur PT Sudevam Ultatecgren Indonesia, Lalit Kumar meletakkan batu pertama pembangunan pabrik minyak goreng di Desa Talang Beringin, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu. Nilai investasi pabrik ini 4 triliun rupiah dan pembangunannya direncanakan rampung 18 sampai 20 bulan ke depan.

Adanya pembangunan pabrik minyak goreng pertama di Bengkulu ini, dipercaya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari berbagai sisi. Karena, selain memudahkan petani sawit, pabrik ini juga akan menyerap 1500 tenaga kerja yang sebagian besar merupakan warga sekitar. Nantinya, pabrik ini akan memproduksi sebanyak 200 ton minyak goreng dalam sehari dan selanjutnya akan meningkat terus menerus sesuai permintaan. Kabar baiknya, masyarakat Bengkulu dapat harga minyak goreng murah.

Selain itu juga, Bandar Udara Fatmawati juga mendapat perhatian dari Kementerian Perhubungan RI. Kementerian Perhubungan menyerahkan pengelolaan Banadara Fatmawati kepada Angkasa Pura II. Hal ini telah disepakati yang ditandai dengan penandatanganan perjanjian antara Angkasa Pura dan Kementerian Perhubungan RI pada 28 Agustus lalu. Nota kesepahaman ditandatangani oleh Presiden Direktur AP II, Muhammad Awaluddin dan Plt. Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, M. Pramintohadi di Tanggerang.

Harapannya bandara yang memiliki landasan pacu sepanjang 2.470 x 150 m dengan permukaan aspal ini, bisa menjadi bandara internasional. Angkasa Pura II telah menyiapkan total dana Capex sebesar Rp 3,4 triliun untuk pengembangannya.

Tidak sampai di situ, Pemda Provinsi juga melakukan pengembangan di sisi infrastruktur pariwisata. Jelang akhir tahun ini, jalan Provinsi yang berada di Kota Bengkulu hampir tak berlubang. Pemda juga merenovasi mesjid dan sejumlah aula pertemuan seperti Balai Buntar dan Taman Budaya menjadi lebih minimalis dan mewah. Kabarnya akan menambah PAD Provinsi Bengkulu.

Beberapa waktu lalu, Pemrov melaunching 5 unit Bus Rapid Transit (BRT) Trans Rafflesia Bengkulu koridor. Bus ini melayani Rute Betungan – Simpang Kandis – Lapangan Golf – Jalan Jenggalu – Pantai Panjang –  Tapak Paderi – Pasar Bengkulu dan Pasar Pedati PP.  Trans Rafflesia ini telah beroperasi sejak tanggal 1 Oktober yang lalu. Rute Trans Rafflesi ini melintasi wisata andalan Bengkulu, diharapkan wisatawan lokal, nasional bahkan internasional bisa menikmati fasilitas umum ini.

Selain itu, Pemda Provinsi juga membangun taman di halaman View Tower yang dinamai Taman Kota Bengkulu. Taman yang didesain elegan ini belum selesai 100 persen. Walaupun begitu, masyarakat sudah bisa menikmatinya, taman ini juga dilengkapi dengan taman bermain anak, menjadikan taman ini sekarang ramai sore dan hingga malam hari.

Apa benar ini dasarnya? Jika benar, pemerintah harus tetap optimis. Aroma berkemajuan mulai tercium. Bila setiap tahun, terus ada pembangunan, lebih cepat Bengkulu jauh dari ketertinggalan.

Dilantiknya Rohidin Mersyah sebagai Gubernur Bengkulu pada 5 Desember lalu, juga menjadi harapan besar Bengkulu bisa melaju cepat. Apalagi jika seluruh kepala daerah yang ada di Provinsi Bengkulu bisa sinergis membangun daerah. Bengkulu berkemajuan tidak akan sekedar mimpi.

Bengkulu sudah ada pada prosesnya. Beberapa pemerintah kabupaten dan kota sudah mulai memahami apa yang diinginkan Provinsi Bengkulu. Pembangunan harus merata dan sinergis agar benar-benar saling melengkapi.

Tidak hanya pemerintah, tapi semua masyarakat Bengkulu juga punya tanggung jawab untuk ikut membantu pembangunan ini, paling tidak menjaga fasilitas yang sudah dibangun dengan baik. Pastinya, seluruh masyarakat Bengkulu harus optimis, agar menjadi doa terwujudnya Bengkulu berkemajuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close