Bersama LSM Cahaya, Kesbangpol Ajak Milenial Bebas Faham Radikal

BENGKULU TENGAH, newsikal.com – guna mengajak kaum milenial sadar akan faham-faham yang bisa meretakkan hubungan serta kesatuan antar bangsa, badan Kesbangpol bekerjasama dengan LSM Cahaya kabupaten Bengkulu Tengah adakan Seminar Kebangsaan dengan tema “Dengan Penanaman Nilai-nilai Pancasila pada generasi muda, Mari kita tolak faham Radikal yang menjadi sumber keretakan bangsa di Bengkulu Tengah ” di Aula Kesbangpol Bengkulu Tengah, Kamis (28/11/2019).

Kepala Kesbangpol Bengkulu Tengah Eka Nuraini, SE, M.Pd saat membuka seminar tersebut mengatakan bahwa faham radikal merusak kesatuan dan keretakan bangsa hinga menurutnya nilai pancasila harus menjadi tanggung jawab semua untuk tolak faham radikal.

“Semoga dengan adanya seminar kebangsaan ini pemuda Bengkulu Tengah bisa menanamkan nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari mereka, agar terhindar dari Faham Radikalisme” kata kepala Kesbangpol Bengkulu Tengah.

Kapolres Bengkulu Utara yang diwakilkan oleh Kasat Binmas Polres Bengkulu Utara menyatakan bahwa radikal adalah suatu sifat yang berawal dari keinginan yang berbeda dan serba cepat.

“Silahkan kalian memilih sesuai keinginan dan kemampuan, tapi pesan saya jadikanlah perbedaan itu sebagai pemersatu” Ujar Iptu Hariyanto, kasat Binmas polres Bengkulu Utara kepada peserta Seminar.

Tidak beda dengan Polri, TNI melalui Mayor Inf Samsul Arif Prabowo juga menegaskan bahwa generasi muda adalah harapan bangsa untuk menjadi generasi yang berpegang teguh dengan Nilai-nilai pancasila agar terhindar

“Generasi muda seharusnya cinta tanah air, nilai pancasila sangat perlu ditanamkan kepada mereka, karena semakin bertambah kemajuan zaman tantangan bagi pemuda semakin sulit bagi kurang memahami Nilai-nilai pancasila”terang Mayor Inf Arif Prabowo

Sementara itu, Tarmizi ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) kabupaten Bengkulu Tengah mengatakan bahwa sikap toleransi adalah salah satu cara mencegah maraknya faham radikal.

“Toleransi, adalah salah satu cara menghindari faham radikal, karena dengan sifat toleransi kita bisa menerima perbedaan baik pendapat maupun keyakinan beragama” Ujar ketua MUI kabupaten Bengkulu Tengah.

Dengan pemateri dari unsur pimpinan TNI, Polri serta tokoh agama, seminar Kebangsaan tersebut dihadiri oleh kaum Milenial dari berbagai latar belakang berbeda.(D12)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close