Dewan Sebut, KONI Harus Bisa Pertanggungjawabkan Dana yang Dikeluarkan untuk PON

BENGKULU, newsikal.com – Menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XX di Papua pada Oktober mendatang, sejumlah persiapan yang dilakukan Kontingen Bengkulu sudah dilakukan. Pelaksana tugas (Plt) KONI Provinsi Bengkulu Sanaluddin memastikan pada tanggal 15 September mendatang, atlet PON XX asal Bengkulu secara resmi akan dilepas dan diberangkatkan ke Papua.

“Tanggal 15 September mendatang resmi diberangkatkan,” singkatnya.

Kemudian ia membantah kalau ada isu yang menyebutkan ada pengurangan kontingen yang akan di berangkatnya nantinya. “Semua kontingen yang berjumlah sekitar 64 orang akan diberangkatkan ke PON Papua,” katanya.

Perlu diketahui Sesuai jadwal yang didapat beberapa cabor akan dipertandingkan mulai pada tanggal 26 September 2021 mendatang menyusul dengan beberapa cabor lain hingga penutupan PON pada pertengahan Oktober. Total keseluruhan yang akan dikirim mengikuti PON di Papua yakni 28 atlit dari 14 cabor, 14 pelatih serta beberapa personel keamanan.

Terakhir Sanaluddin mengatakan PON Papua ini bukan hanya sebagai pertandingan olahraga antara Provinsi yang satu dan yang lainnya. PON ini juga sebagai dukungan kepada Provinsi Papua bahwa bisa mampu untuk menyukseskan PON nantinya. “Kehadiran kita ke Papua bukan hanya bertanding saja, tetapi kita juga akan mensupport dan mendukung agar PON di papua bisa berjalan dengan suskses nantinya,” tutupnya.

Sementara itu, PON XX di Papua bakal digelar pada 2-15 Oktober mendatang. Untuk itu Pemprov Bengkulu juga telah mengalokasikan Rp 4 miliar untuk persiapan atlet berlaga disana. Terkait hal tersebut, Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Bengkulu melalui Anggota Banggar DPRD Provinsi Bengkulu, Edwar Samsi mengingatkan pada pihak Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bengkulu bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi agar dapat mempertanggungjawabkan penggunaan dana untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua.

“Kami minta juga ke KONI untuk mempertanggungjawabkan anggaran PON. Disamping juga prestasi nantinya,” sampainya.

Dijelaskannya, anggaran Rp 4 miliar untuk persiapan kontingen bersiap ke PON di Papua ini. Sehingga, menurutnya setiap satu rupiah yang digunakan wajib keterangan penggunaan ddan pertanggungjawabannya. Ini dikarenakan dana ini berasal dari APBD. “Kita harus hindari jadi temuan atau bermasalah dengan hukum. Itu yang harus kita hindari,” pesan Edwar.

Apalagi atlet yang diberangkatkan merupakan atlet pilihan, dari hasil seleksi sebelumnya. Sehingga sudah sepantasnya Bengkulu menargetkan meraih medali. Ditambahkan, dengan para atlet itu, sebelumnya sudah terbukti berprestasi pada beberapa ajang yang diikuti termasuk Porwil akhir tahun 2019 lalu.

“Meskipun banyak atlet hebat dari daerah lainnya yang turun pada ajang PON ini. Namun kita tetap berharap mereka ini tetap dapat menorehkan juara untuk Provinsi Bengkulu ini,” ujar Edwar.

Selain itu selama ini atlet yang akan diberangkatkan juga sudah melalui tahap pembinaan dan digembleng latihan khusus guna mengikuti PON.

Di sisi lain, Sekretaris Umum KONI Provinsi Bengkulu, Bayu Rifwanda mengatakan pihaknya telah memfinalkan jumlah atlet yang berangkat ke Papua nanti, yakni dengan 28 atlet. “Persiapan atlet sudah matang, dan kita yakin 90 persen siap bertanding dan tidak ada kendala nantinya,” kata Bayu.

Dijelaskannya, para atlet akan berlaga di 13 cabor pada PON XX di Papua mendatang, diantaranya cabor angkat besi, muaythai, tenis lapangan, atletik, gulat, tinju, billiar, kempo, panjat tebing, karate, silat dan bulu tangkis. *(Red/Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button

You cannot copy content of this page

Close