Dosen Poltekkes Kemenkes Bengkulu, Cegah Ibu Hamil dengan KEK dan Balita Malnutrisi

BENGKULU, newsikal.com – Balita gizi buruk atau malnutrisi adalah kondisi ketika anak tidak menerima nutrien, mineral, dan kalori yang cukup untuk membantu perkembangan organ vital. Gizi buruk akan berdampak pada pertumbuhan dan kesehatan anak.

Maka itu, Poktekkes Kemenkes Bengkulu melalui pengabdian masyarakat mencoba berupaya untuk mencegah hal ini terjadi. Dengan melaksanakan pemberdayaan Kader Dalam penatalaksanaan ibu hamil KEK dan Balita Malnutrisi di Kecamatan Semidang Lagan, Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu Tahun 2021.

Penyerahan Modul, Booklet dan Kenang-Kenangan yang diserahkan oleh dosen Poltekkes Afrina Mizawati, SKM,MPH

Disampaikan Ketua Pengabmas, Mariati, SKM, MPH, saat menyampaikan materi, faktor risiko terjadinya balita malnutrisi antara lain, status gizi ibu hamil terhadap pertumbuhan dan perkembangan janinnya. Dimana permasalahan gizi harus diperhatikan sejak masih dalam kandungan.

“Ibu hamil dengan masalah gizi atau kekurangan energi kronik (KEK) akan berdampak terhadap kesehatan dan keselamatan ibu dan anak,” ujarnya.

Salah satu parameter untuk menentukan status gizi ibu hamil, lanjutnya, adalah Indikator antropometri Lingkar Lengan Atas (LiLA) pada ibu, dimana asupan energi dan protein yang tidak mencukupi pada ibu hamil dapat menyebabkan Kurang Energi Kronis (KEK).

“Wanita hamil berisiko mengalami KEK jika memiliki Lingkar Lengan Atas (LILA) <23,5cm,” cetusnya.

Disamping itu, ia juga menjelaskan, peran kader dalam upaya melakukan penatalaksanaan ibu hamil KEK dan balita malnutrisi adalah deteksi dini status gizi melalui pengukuran LILA, pengukuran kadar hemoglobin (Hb) dan pengukuran berat badan ibu dan balita. Karena kader merupakan bagian dari masyarakat itu sendiri yang dapat membantu meningkatkan status kesehatan masyarakat dari sisi promotif dan preventif.

“Kader juga akan dapat memberikan motivasi atau bahkan edukasi untuk ibu hamil risiko tinggi untuk rutin melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin,” paparnya.

Dengan efektifitas seperti ini, lanjutnya, masyarakat akan mendapatkan banyak manfaatnya dan pengetahuan. Seperti juga yang disampaikan Dr. Tonny C Maigoda, SKM, MA yang juga Ketua Pengabmas.

Disebutkanya, pemberdayaan kader dalam penatalaksanaan ibu hamil KEK dan Balita malnutrisi sangat penting.

“Karena pengabmas ini adalah upaya tatalaksana untuk menangani terjadinya ibu hamil KEK dan balita malnutrisi,” ucapnya.

Selain itu, tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini ialah meningkatkan pengetahuan masyarakat dan keterampilan kader, sehingga mampu mencegah, mengupayakan, dan terlaksananya untuk tidak terjadi ibu hamil dengan KEK dan balita malnutrisi ke depannya.

Dalam kegiatan ini hadir Camat Semidang Lagan, Depi Junaidi, S.Ip, dan Kepala Puskesmas Tabalagan Herlina Prawita Sari, SKM. Serta hadir juga Pelatih Kader Dr. Demsa Simbolon, SKM, MKM.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
Close