DPRD Provinsi Bengkulu Apresiasi Investasi di Bengkulu Terus Meningkat

foto : ist/newsikal.com PLTU Teluk Sepang

BENGKULU, newsikal.com – Tumbuhnya investasi menjadi tolak ukur kemajuan di suatu daerah. Bagaimana tidak, meningkatnya investasi tersebut mendorong tumbuh kembangnya perekonomian.

Belum lagi, investasi itu sendiri berdampak positif kepada masyarakat, seperti menyerap tenaga kerja. Jelas, kesejahteraan masyarakat akan semakin meningkat.

Seperti yang dialami Provinsi Bengkulu saat ini, investasi meningkat kian drastis. Tercatat, tahun 2017 investasi yang masuk ke Bengkulu sebesar 2,1 triliun rupiah. Sedangkan tahun 2018 meningkat hingga lebih dari 100 persen yakni 6,7 triliun rupiah.

Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu, H. Edison Simbolon, S. Sos

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu, sangat mengapresiasi keberhasilan ini. Hal ini disampaikan Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu, H. Edison Simbolon, S. Sos.

“Ini harus kita apresiasi ya, artinya Provinsi Bengkulu semakin diminati investor dan terlihat memiliki masa depan yang bagus,” ungkapnya.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pabrik Minyak Goreng

Apalagi menurutnya, investasi yang akan banyak masuk yakni investasi padat karya. Ini akan membuka banyak lapangan pekerjaan, hingga dapat menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan.

Tak heran Gubernur Bengkulu, H. Rohidin Mersyah terus mendongkrak Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) agar kawasan ini diisi dengan industri-industri besar. Dengan ini Pelabuhan Pulau Baai juga akan berfungsi secara maksimal dan menghasilkan input yang signifikan.

Pembangunan Hotel Bencoolen

Untuk saat ini, investasi padat karya masih bisa dihitung dengan jari. Tapi untuk investasi perdagangan, perkebunan, perhotelan dan telekomunikasi mulai ramai berdatangan.

Disampaikan Edison, dirinya ingin investasi terus meningkat. Untuk itu, pemerintah harus memberikan kemudahan-kemudahan kepada investor yang ingin menanamkan uangnya di Bengkulu.

“Kita harus berikan kemudahan, tapi tetap pada koridor yang tidak menyalahi aturan,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, tentu Provinsi Bengkulu jangan sampai menjadi penonton di daerah sendiri. Makanya, tariklah investasi perkebunan seperti Plasma yang mungkin saja masyarakat membutuhkan pekerjaan di sana.

McDonald’s yang ikut hadir di Bengkulu

“Yang pastinya pertumbuhan investasi harus melibatkan masyarakat, jangan sampai mengkambing hitamkan putra daerah tidak mampu hingga mendatangkan tenaga kerja asing,” pungkasnya.(kay/prw) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close