Elemen Masyarakat Bengkulu Tolak Keras Masuknya KAMI ke Provinsi Bengkulu

BENGKULU, newsikal.com – Ketua Jatman Bengkulu, Abdul Muntaqim Ahmad menyebutkan, mengingat banyaknya penolakan kehadiran ormas Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di berbagai wilayah membuat situasi tidak kondusif. Maka itu, dirinya dan pengurus Jatman se-Provinsi Bengkulu dan berbagai elemen masyarakat dengan tegas menolak adanya ormas KAMI di Bengkulu.

“Hal ini kami lakukan demi menjaga Bengkulu tetap aman dan damai terlebih saat ini kita masih menghadapi pandemi Covid-19,” ujarnya.

Disampaikannya, selain Jatman Bengkulu, beberapa elemen masyarakat Bengkulu yang tergabung dalam Forum Masyarakat Bengkulu Cinta Damai (FMBCD) seperti IPNU Bengkulu Utara dan Keluarga besar Ponpes Hidayatul Mubtadi’ien juga menggelar deklarasi damai menolak keras adanya KAMI di Provinsi Bengkulu.

Jatman Bengkulu dan elemen masyarakat Bengkulu gelar deklarasi dan pemasangan spanduk tolak Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Bengkulu.

Keberadaan KAMI memang menjadi kontroversi, karena gagal mendapatkan dukungan rakyat, bahkan dari pemuda hingga tua menolaknya. Secara khusus Bengkulu merupakan provinsi dengan suasana yang aman, tentram dan damai serta menjunjung tinggi ideologi Pancasila.

Selain itu, menurut tokoh pemuda Nurul Hidayah yang merupakan Ketua IPNU Bengkulu, sejak KAMI dideklarasikan, keberadaan kelompok tersebut rupanya telah mendapatkan pro kontra hingga penolakan oleh berbagai pihak bahkan sampai ke daerah- daerah. Satu-satunya aksi menyelamatkan Indonesia dengan solusi saat kondisi pandemi seperti ini, hanyalah persatuan dan kesatuan dari semua elemen masyarakat, guna memberi dukungan yang kuat kepada pemerintah dalam mengatasi penyebaran covid 19.

“Harapan kami, masyarakat Provinsi Bengkulu tidak ada yang mendukung kehadiran kelompok KAMI,” cetus.

Pihaknya sepakat menolak adanya KAMI yang dinilai penuh dengan muatan politis dan akan berimbas pada kondusifitas keamanan bangsa.

“Kami tokoh pemuda dan elemen masyarakat menyampaikan, jangan sampai KAMI masuk ke Provinsi Bengkulu agar Bengkulu bebas dari koalisi aksi menyelamatkan Indonesia (KAMI),” tegasnya lantang

Selain melakukan deklarasi penolakan KAMI, elemen masyarakat yang tergabung dalam Forum Masyarakat Bengkulu Cinta Damai melakukan pemasangan spanduk di beberapa titik persimpangan di Kota Bengkulu.

“Kita juga menyebarkan hastag #Stopprovokasi #stopadudomba dan #Bengkulucintadamai, agar masyarak tahu memang itu yang dibutuhkan saat ini,” pungkasnya.(kay/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
Close