Gelar Dialog, Upaya Kesbangpol Tolak Paham Radikalisme

BENGKULU TENGAH, newsikal.com – Guna mencegah serta menolak paham Radikalisme di Kabupaten Bengkulu Tengah, Badan Kesbangpol Bengkulu Tengah melalui forum kewaspadaan dini masyarakat mengadakan dialog Kebangsaan dengan tema “Mari Kita Tolak Paham Radikal yang Dapat Merusak Keutuhan NKRI di Kabupaten Bengkulu Tengah”.

Kepala Badan Kesbangpol Bengkulu Tengah, Eka Nuraini mengatakan bahwa terselenggaranya kegiatan Dialog Kebangsaan tersebut berdasarkan hasil kerja sama dengan badan intelijen.

“Melalui forum kewaspadaan dini masyarakat, kami bekerjasama dengan badan intelijen agar kita bisa bekerjasama bisa mencegah masuknya faham Radikalisme masuk Bengkulu Tengah,” ucapnya.

Kegiatan ini mendatangkan pengurus pesantren dan tokoh agama. Eka juga mengatakan bahwa dengan tujuan menghentikan anggapan bahwa paham radikal berasal dari agama di Kabupaten Bengkulu Tengah.

“Hari ini kita undang pengurus pesantren, tokoh agama karena dianggap bahwa paham radikal mayoritas masuk melalui kegiatan keagamaan,” katanya.

Sedangkan Dandim 0407, Uci Tambayong, yang mengisi dialog, menolak bila agama selalu dikaitkan dengan paham radikal, karena menurutnya paham radikal lebih kepada politik.

“Radikalisme adalah paham yang lebih kepada politik, radikalisme bukan agama, bekerjalah dengan baik berusahalah dengan baik, itu adalah salah satu bentuk bela negara,” ujar Dandim.

Kapolres Bengkulu Tengah, AKBP Anjas Adi Permana S. Ik, berharap masyarakat bisa menjadi polisi bagi diri mereka sendiri untuk menghindari paham Radikalisme.

“Untuk mencegah adanya paham radikal saya berharap peran bersama seperti pemerintah desa yang harus proaktif mendata warganya maupun pendatang yang masuk wilayahnya,” terangnya.

Selain itu, Tarmizi, S.Ag selaku ketua MUI Kabupaten Bengkulu Tengah mengungkapkan bahwa semua agama tidak ada yang mengajarkan radikal apalagi agama islam.

“Islam sama sekali tidak pernah mengajarkan tentang radikalisme, kalau ada paham radikal yang berasal dari Islam maka perlu dipertanyakan ke-Islaman orang tersebut,” pungkas Tarmizi.(D12)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close