Isnan Fajri Tak Gubris Surat Klarifikasi Kasus Benur

BENGKULU, newsikal.com – Surat klarifikasi soal kasus benur yang dilayangkan Ketua DPW Media Online Indonesia (MOI) Provinsi Bengkulu, K. Hadi pada 29 Desember 2021 lalu, tak digubris Kepala Bappeda Provinsi Bengkulu Isnan Fajri. Hal ini membuat dirinya geram, lantaran Isnan dinilai tidak kooperatif terhadap media dan tidak selaras dengan budaya kerja Bappeda, Senin (10/1/2022).

Selain itu ia juga menilai, Isnan Fajri yang merupakan saksi yang diperiksa KPK pada kasus suap ekspor benur Edhy Prabowo, seperti menutup-nutupi kasus ini. Karena itu kami menduga benar adanya keterlibatan sejumlah pejabat di Provinsi Bengkulu.

“Kami akan melakukan koordinasi kembali kepada Isnan Fajri, sampai Isnan memberikan klarifakasi terkait kehadiran dirinya sebagai saksi pada kasus suap ekspor benur tersebut,” ujarnya.

Hadi juga menyebutkan, dirinya bersama DPP LSM LIRA dalam waktu dekat ini akan berkoordinasi untuk berkomunikasi kepada KPK. Tidak hanya itu, dirinya juga akan mendesak KPK untuk meyelesaikan penyidikan itu dan menetapkan tersangka keterlibatan pejabat Provinsi Bengkulu atas kasus ini.

“Seperti sebelumnya yang kami dengar dalam kesaksiannya Direktur PT DPP menyebutkan memberikan sejumlah uang kepada pejabat di Bengkulu tapi dalam bentuk CSR. Ini yang janggal, karena perusahaan tersebut belum lama beroperasi kok bisa salurkan CSR sebesar itu,” ungkapnya.

Disampaikanya, inilah yang menjadi alasanya untuk memint klarifikasi kepada Isnan Fajri. Bahkan nanti bukan hanya kepada Isnan Fajri saja, tetapi dirinya juga akan berkoordinasi dan minta klarifikasi kepada mantan Kadis Perikanan Kaur Edwar Heppy serta sejumlah pihak ketiga yang ikut dipanggil pada kasus ini.

“Kami ingin kasus ini segera tuntas jangan menggantung, paling tidak saat ini KPK transparan terhadap hasil penyidikan tersebut. Kami menilai KPK lemah terhadap kasus ini, maka kami akan terus mendesak KPK untuk tuntaskan kasus ini hingga menetapkan tersangka lainnya,” cetus Hadi.

Hadi yang mengomandoi puluhan media online di Provinsi Bengkulu ini sangat berharap, Provinsi Bengkulu ini bersih dari koruptor.

“Karena masyarakat sudah muak dengan banyaknya koruptor di Bengkulu ini. Maka semuanya harus dibersihkan agar kita memiliki pemerintahan yang bersih tanpa koruptor,” pungkasnya.(kai)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
Close