Janggal, Penyeleksian Komisioner Benteng di Pertanyakan?

Bukti SK Suparman Sebagaj Pergantian Antar Waktu (PAW)  Dari KPU RI

BENGKULU TENGAH, newsikal.com – Penyeleksian terhadap Calon Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bengkulu Tengah dianggap kurang Proporsional, pasalnya salah seorang calon Komisioner KPU, yakni Suparman, S.Pd, M.Pd mengaku jika namanya yang sebelumnya masuk dalam barisan enam besar tidak terdata untuk Fit and Propertest penambahan anggota Komisioner dari Mahkamah Konstitusi (MK).

“Berdasarkan keputusan MK untuk anggota Komisioner KPU ada penambahan. Dan sesuai aturan yang ada untuk penambahan anggota itu akan diambil dari tujuh nama yang masuk dalam urutan tujuh besar PAW kemarin,” ujar Suparman, Jumat (28/09/2018).

Namun sayangnya, dari tujuh nama yang ada, nama Suparman tidak di ikut sertakan untuk calon seleksi tambahan di Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng).

“Yang saya pertanyakan mengapa nama saya tidak tercantum dalam barisan tujuh besar yang akan mengikuti Fit and Propertest di Grage Hotel 30 september besok. Kalau dinilai secara logis otomatis saya ikut donk akan tetapi nama saya hilang dari barisan itu, dan menurut saya itu kejanggalan,” tegasnya.

Menyikapi kejanggalan yang terjadi, dirinya secara keadilan meminta untuk pihak yang berwenang kembali melakukan kajian terhadap nama calon yang bakal mengikuti Fit and Propertest mendatang.

Dia melanjutkan dari tujuh nama yang keluar untuk ikut seleksi, dua nama diantara, yakni Masrizal dan M. Darmawan secara aturan dianggap gugur lantaran keduanya sudah masuk dalam daftar Calon Pemilihan Tetap (DCT) pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 mendatang.

“Secara tidak langsung saya mempertanyakan ini dan saya sudah mengajukan surat kepada Banwaslu Provinsi kemudian ke DKPP untuk meminta kejelasan ada apa dibalik ini semua. Kalau memang saya tidak masuk seleksi saya mohon alasannya apa? Itu saja,” demikian Suparman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close