Jelang Ramadan dan Lebaran, TPID Bentuk Tim Pengendali Inflasi

BENGKULU, newsikal.com – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Bengkulu membentuk tim TPID Kota Bengkulu tahun anggaran 2019. Tim ini dibentuk untuk menjaga kestabilan harga bahan pokok menuju Ramadan dan Lebaran.

Wakil Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi menekankan, pentingnya koordinasi ini, karena Bengkulu memimpikan tidak lagi mengimpor daging ayam, telur dan beras. Kita harus mendorong pengusaha ke arah peternakan untuk menanggulangi kekurangan pangan itu.

“Semua harga harus stabil, Bank Indonesia (BI) dan Bulog juga mempersiapkan semua persediaan untuk ramadan dan hari raya,” katanya, Rabu (19/03/2019).

Disampaikannya juga, mencoba program-program strategis membagi masa inflasi jangka pendek dan jangka panjang, Kota Bengkulu harus bisa Swasembada untuk kebutuhan pangan. Untuk impor telur hendaknya dibenahi, karena menurutnya Bengkulu punya potensi, punya lahan, bukan tidak mungkin suatu usaha bisa didirikan.

“Mimpi kita tidak ada lagi telur ataupun daging ayam didatangkan dari luar, harus dari Bengkulu dan kita harus bisa,” ungkapnya.

Sementara itu, tren inflasi di Bengkulu mulai menurun secara signifikan yang sekarang di bawah inflasi nasional 2,35%, ini menjadikan TPID Bengkulu menjadi kandidat TPID Bengkulu award yang cukup diperhitungkan setelah Sumatra Barat.

“Konektifitas barang dan sinergitas dengan daerah lain akan memebantu penurunan inflasi. Program pasar murah ramadan juga masih menjadi andalan untuk menjaga inflasi,” tutur Rifat Kepala Tim Advisor dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia (BI).

Pemerintah akan memastikan retribusi bahan baku benar-benar terjamin apalagi akan memasuki bulan Ramadan dan Lebaran ini.(cw4)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
Close