Kapolda Minta Media Online Jangan Sajikan Berita Adu Domba

Sukseskan Pileg dan Pilpres Tanggung Jawab Bersama

BENGKULU, newsikal.com – Pada pertemuan Polda Bengkulu dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bengkulu di Restoran Adem Jalan Mayjen Sutoyo Tanah Patah, (6/11/2018), Kapolda Bengkulu, Brigjend. Pol. Coki Manurung meminta, media online untuk bisa menyajikan berita yang sejuk dan tidak mengadu domba. Ia juga ingin media online dapat mewujudkan pemberitaan yang adil dan berimbang.

Disampaikanya, mendekati pemilihan legislatif dan presiden ini suhu politik cukup panas. Berita hoax bisa memecah belah persatuan bangsa.

“Mangkanya, kita harus tangkal berita hoax. Seluruh elemen masyarakat harus mendukung, jangan sampai mau diadu domba yang akhirnya kita umat beragama bisa terbelah,” ujarnya.

Media siber harus jeli, lanjutnya, karena memang banyak intrik yang bisa mengadu domba dan memanfaatkan media online.

“Jadi saya harap, semua media online dapat menepis itu semua,” ungkap Coki di hadapan seluruh pimpinan media siber dan jurnalis online Bengkulu.

Kapolda sangat berharap, media online di Bengkulu tidak memicu terjadinya konflik antara dua kubu pilpres. Dirinya ingin itu jangan sampai berkembang terus dan menimbulkan kegaduhan.

“Sama-sama kita jaga kestabilan keamanan. Jangan sampai Bengkulu menjadi daerah operasi bagi oknum tertentu,” terangnya.

Terkait keamanan, Kapolda juga menyarankan Kapolres di perbatasan, patrolinya harus lebih kencang. Agar Bengkulu semakin aman dan tentram menuju pesta demokrasi 2019.

Sedangkan itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik Provinsi Bengkulu, Edi Prawisnu, mengatakan, apa yang disampaikan Kapolda memang sejalan dengan tujuan Pemerintah Provinsi Bengkulu. Apalagi memerangi berita hoax, Pemrov sangat gencar melakukan itu.

“Kami juga ingin pileg dan pilpres 2019 bisa berjalan lancar dan sukses. Jadi dengan adanya silaturahmi ini, saya harap kondisi menuju pileg dan pilpres ini aman,” singkatnya.

Di sisi lain, Ketua SMSI Bengkulu, Dr Rahimandani, menuturkan, SMSI akan bersinergi dalam mewujudkan pileg dan pilpres yang aman. Ia juga memastikan, media online yang berada dalam naungan SMSI tidak akan menyajikan berita hoax.

“Kami dukung apa yang disampaikan Kapolda. Kami pastikan media online di SMSI tidak akan memberikan berita yang mengadu domba apalagi berita hoax,” pungkasnya.

Selain Kapolda dan Kepala Dinas Kominfo juga tampak hadir Karo Ops Kombes Pol Raden Slamet Santoso, Wadir Intel, Kabid Humas Polda Bengkulu AKBP Sudarno dan jajaran perwira tinggi Polda Bengkulu.

Selain itu juga hadir perwakilan dari Kesbangpol Provinsi Bengkulu, pengurus SMSI Bengkulu, pimpinan media siber dan para wartawan media online.(hd) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close