Kemiskinan di Bengkulu Menurun Signifikan

BENGKULU, newsikal.com – Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu per September 2019 menunjukkan pencapain yang cukup signifikan atas kinerja Pemprov Bengkulu bersama pihak terkait lainnya. Karena, persentase penduduk miskin September 2019 turun 0,5 persen poin dari September 2018.

Kepala BPS Provinsi Bengkulu Dyah Anugrah Kuswardani membenarkan adanya rilis dari BPS Bengkulu terkait penurunan angka kemiskinan tersebut. Menurutnya penurunan angka kemiskinan ini jelas didorong atas pembangunan berbagai sektor, seperti halnya pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, sehingga memperlancar mobilitas masyarakat terutama dalam distribusi hasil pertanian mereka.

“Ya memang benar BPS Provinsi Bengkulu telah mengeluarkan rilis tersebut. Kita berharap hal ini menjadi salah satu yang mendukung kemajuan daerah yang sama-sama kita cintai ini,” ungkap Dyah Anugrah Kuswardani usai konrefensi Pers di Ruang Rapat Utama Kantor BPS Provinsi Bengkulu, Rabu (15/01).

Menanggapi hal ini, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengatakan, penurunan angka kemiskinan yang menjadi salah satu Program Prioritas Pemprov Bengkulu di bawah kepemimpinannya ini, diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan semakin meningkatnya potensi investasi di Bengkulu.

“Jelas ini kabar baik bagi semua, sehingga dengan menurunya angka kemiskinan maka akan berpengaruh positif terhadap geliat investasi bagi daerah,” jelas Gubernur Rohidin.

Secara umum, pada periode September 2015 hingga September 2019 tingkat kemiskinan di Provinsi Bengkulu mengalami penurunan baik dari sisi jumlah maupun persentasenya, terkecuali pada Maret 2016. Kenaikan jumlah dan persentase penduduk miskin pada periode tersebut dipicu oleh kenaikan harga barang kebutuhan pokok sebagai akibat dari kenaikan harga bahan bakar minyak.

Jumlah penduduk miskin di Provinsi Bengkulu pada September 2019 mencapai 298.004 orang. Terjadi penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 5.541 orang dibandingkan September 2018. Sementara dengan Maret 2019 jumlah penduduk miskin menurun sebanyak 4.298 orang.

Sementara berdasarkan daerah tempat tinggal, pada periode September 2018 – September 2019, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan turun sebesar 3.224 orang begitu juga di daerah perdesaan turun sebesar 2.317 orang. Persentase kemiskinan di perkotaan turun dari 14,94 persen menjadi 14,13 persen. Begitu juga di perdesaan turun dari 15,64 persen menjadi 15,30 persen.

Disisi lain, pada September 2019, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Provinsi Bengkulu mencapai 298.004 orang (14,91 persen), turun sebesar 5.541 orang dibandingkan dengan kondisi September 2018 yang sebesar 303.545 orang (15,41 persen).

Selama periode September 2018–September 2019, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan turun sebanyak 3.224 orang (dari 96.742 orang pada September 2018 menjadi 93.518 orang pada September 2019), begitu juga di daerah perdesaan berkurang sebanyak 2.317 orang (dari 206.803 orang pada September 2018 menjadi 204.486 orang pada September 2019).

Peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan). Sumbangan Garis Kemiskinan Makanan terhadap Garis Kemiskinan pada September 2019 tercatat sebesar 73,97 persen. Kondisi ini mengalami penurunan jika dibanding kondisi September 2018 yaitu sebesar 74,55 persen.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close