Ketua DPRD Seluma Kunjungi Balita yang Tak Sadar Enam Hari

SELUMA, newsikal.com – Ketua DPRD Seluma, Nofi Eryan Andesca kunjungi balita yang dirawat di RSUD Tais. Kunjungan ini berdasar dari sorotan Dewan menilai pelayanan publik yang ada di RSUD Tais yang dikabarkan, balita yang baru berusia 14 bulan bernama Raisa Nur Khofifah asal Desa Talang Perapat Kecamatan Seluma Barat sudah enam hari tak sadarkan diri, namun tak kunjung dirujuk ke rumah sakit lain agar mendapatkan perawatan khusus.

Hingga akhirnya balita pengidap meningitis itu dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara di Kota Bengkulu, setelah kedatangan rombongan DPRD Seluma yang dipimpin Ketua Nofi Eriyan Andesca, Selasa, (2/2/2021).

Ditegaskan Nofi, kondisi balita sudah sangat menghawatirkan dan harus mendapatkan perawatan khusus. Dirinya pun meminta tindakan cepat dari pihak rumah sakit, sebab ini menyangkut nyawa seseorang.

“Ini catatan khusus untuk pihak RSUD Tais, saya sudah berulang kali menyampaikan kepada Ibu Direktur RSUD Tais, agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi, serta untuk petugas yang berjaga agar aktif dalam mengajukan rujukan,” tegasnya.

Nofi sangat menyayangkan peristiwa seperti ini kembali terjadi.

“Setelah tadi kita telepon Direktur Rumah Sakit Bhayangkara akhirnya Raisa dirujuk ke Bhayangkara,” ungkapnya.

Ke depan, dia meminta hal serupa benar-benar tidak terjadi lagi ke depannya. DPRD siap mensupport agar pelayanan publik yang prima bisa diterima segenap masyarakat Seluma.

Sementara itu, Direktur RSUD Tais Wiwin Herwini berdalih, kendala yang dihadapi pihaknya dalam memproses rujukan adalah Sistem Rujukan Rumah Sakit Terintegrasi (Sisrute). Sebab jika mengacu pada sistem ini, pihak rumah sakit yang dituju harus memberikan persetujuan terlebih dahulu, baru bisa dilaksanakan.

Wiwin juga beralasan, untuk kasus penyakit yang diderita Raisa memerlukan ruangan khusus, yaitu Pediatric Intensive Care Unit (Picu), yang tidak semua rumah sakit memiliki.

“Untuk kasus Raisa ini dia memerlukan ruangan khusus, tapi tadi setelah kita telepon akhirnya ada satu rumah sakit yang bisa menerima,” katanya. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
Close