Ketua PKK: Lakoni Peran Seorang Ibu dengan Maksimal

BENGKULU – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bengkulu Hj. Derta Wahyulin, A.Ks menghimbau, setiap orang tua harus dapat memberikan peran sebagai ibu kepada anaknya secara maksimal, dengan memberikan rasa aman dan nyaman kepada anak-anaknya. Hal tersebut disampaikannya karena maraknya kasus kekerasan yang menimpa anak-anak, khususnya di Provinsi Bengkulu.

“Yang pertama dan utama itu, memberikan rasa aman dan nyaman, artinya kita harus super memperhatikan dan mengawasi anak kita, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” tutur Derta Wahyulin, saat usai membuka acara Sosialisasi Hukum Perlindungan Anak, di Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, Rabu (31/1/2018).

Menurut Istri orang nomor satu di Provinsi Bengkulu ini, selain memberikan rasa aman dengan pengawasan tersebut, anak-anak juga harus diberikan pemahaman tentang nilai-nilai agama.

“Jangan kita biarkan anak-anak kita bermain tanpa ada yang mengawasi dan ingat, seorang ibu yang paling utama bertanggungjawab untuk generasi muda anak bangsa,” ungkap ibu tiga orang anak yang matanya tampak mulai berkaca-kaca ini.

Acara Sosialisasi Hukum Perlindungan Anak, yang dimotori oleh MUI Provinsi Bengkulu bekerja sama dengan PW Aisyiah Bengkulu ini, dihadiri anggota DPD RI Dapil Bengkulu Eni Khairani, Perwakilan dari Kanwil Kemenag Provinsi, Ketua Umum MUI Provinsi Bengkulu, Kepala Dinas P3PA-PPKB Provinsi Bengkulu, serta mubaliqat dan remaja kampus.

Menurut Koordinator kegiatan Hj. Yuslidar, sosialisasi ini betujuan untuk mengantisipasi secara dini, agar anak-anak tidak melanggar hukum. Selain itu, ini juga berguna untuk meningkatkan pemahaman peserta yang terdiri dari mubaliqat dan remaja kampus, tentang hak-hak anak terutama yang berkaitan dengan hukum.

“Untuk mencegah dari awal, agar anak-anak kita tidak melanggar hukum, juga memberikan perlindungan bagi anak-anak yang terjerat hukum,” kata Yuslidar, yang juga menjabat Ketua MUI Provinsi Bengkulu ini.

Sementara itu, anggota DPD RI Dapil Bengkulu, Eni Khairani mengatakan, dengan banyaknya kasus anak-anak yang terjerat hukum tanpa adanya perlindungan haknya secara maksimal, maka, perlu adanya pendampingan hukum bagi anak tersebut. Untuk itulah, kata Eni lagi, dengan sosialisasi yang dilakukan oleh organisasi wanita ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman serta pendampingan terhadap orang tua maupun  anak-anak, tentang hukum perlindungan bagi anak tersebut.

“Dengan adanya pendampingan ini, membuat daya tahan keluarga terhindar dari masalah hukum, ini akan menjadi jawaban yang dahsyat untuk melindungi anak-anak kita dari persoalan hukum,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close