Lanjutkan Tradisi, Nelayan Pekik Nyaring Gelar Ritual Sedekah Laut

BENGKULU TENGAH, newsikal.com – Masyarakat Rt 5 Desa Pekik Nyaring, Jumat pagi (15/03/2019) menggelar pemotongan hewan kambing dan ayam sebagai bentuk pelaksanaan ritual sedekah laut.

Berdasaran keterangan masyarakat setempat, ritual sedekah laut sendiri merupakan tradisi tahunan yang sejak dahulu selalu dilakukan oleh masyarakat di pesisir pantai Desa Pekik Nyaring.

“Sesuai kesepakatan dari rapat mupakat yang kami lakukan, makanya hari ini kami para nelayan melaksanakan doa syukuran dengan syarat-syarat melakukan pemotong hewan kambing dan ayam. Dan ini sudah menjadi adat tradisi desa pekik nyaring,” ujar Ketua Adat setempat, Sutan Losri.

Akan tetapi terang dia, beberapa tahun belakangan masyarakat sempat tidak melaksanakan ritual tersebut, dan tahun 2019 ini ritual sedekah laut akan terus dilaksanakan setiap tahun kedepan.

“Semestinya dialakukan setiap tahun.Namun beberapa tahun yang sudah memang tidak kami lakukan. Jadi mulai tahun ini kami ulang kembali untuk dilakukan setiap tahun,” imbuhnya.

Ibu-Ibu Pesisir Pantai Pekik Nyaring, Mempersiapkan Masakan Yang Akan di Santap Bersama Usai Ritual di Lakukan, Jumat (15/03/2019).

Sutan menjelaskan, adapun tujuan daripada ritual tersebut tak lain sebagai bentuk permintaan perlindungan kepada Allah SWT, agar masyarakat di desa mereka selalu mendapatkan rahmat dari Allah. Baik itu keselamatan jiwa maupun hasil tangkapan.

“Ini dilakukan untuk keselamatan bagi nelayan yang melaut. Yang pertama bermohon kepada Allah agar sekiranya kami semua diberikan rezky yang murah, kemudian daripada itu mereka yang dilaut itu sehat dan kembali kedaratan dengan keadaan selamat dengan hasil tangakapan yang baik, sehingga dapat memenuhi kebutuhan hidup di rumah tangga,” tutupnya.

Dari pantauan Newsikal.com dilapangan, rangkaian sedekah laut yang digelar warga desa pekik nyaring, terlebih dahulu pihak masyarakat melakukan penyemblihan hewan kambing, yang kemudian kepalanya diambil dan dihanyutkan kelaut, kemudian dilanjutkan dengan ritual doa dan makan bersama. (ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close