Manfaat Kader dalam Mencegah Stunting Sangat Efektif

BENGKULU, newsikal.com – Masih tingginya angka kejadian stunting yang dapat dicegah melalui pemanfaatan kader dalam deteksi dini risiko stunting di Kota Bengkulu. Kader merupakan UKBM di masyarakat sehingga diperlukan peran aktif kader sebagai promoter kesehatan pada ibu hamil.

Untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya perlu dilakukan melalui implementasi pemberdayaan kader sebagai penyuluh kesehatan. Maka itu, Poltekkes Kemenkes Bengkulu lakukan pengabdian masyarakat dalam mencegah terjadinya stunting.

Disampaikan, Ketua PPM, Yuniarti, SKM, M.Kes, kegiatan ini guna meningkatkan pengetahuan kader dalam deteksi dini risiko kejadian stunting pada anak di Kota Bengkulu khususnya di Keluragan Penurunan.

“Tidak hanya itu, juga meningkatnya pengetahauan ibu hamil tentang pengenalan deteksi dini risiko kejadian stunting pada ibu hamil dan anak,” ujarnya.

Dikatakannya juga, hal ini sebagai masukan bagi pengambilan kebijakan dalam merumuskan program promosi kesehatan berbasis pemberdayaan masyarakat, yaitu kader dalam promosi kesehatan tentang pengenalan deteksi dini risiko kejadian stunting pada ibu hamil dan anak.

“Hal ini kami tekankan kepada ibu hamil
Bidan koordinator dan bidan Puskesmas
Kader Posyandu,” cetusnya.

Berdasarkan kegiatan pengabdian masyarakat Poltekkes Kemenkes Bengkulu tentang revitalisasi posyandu melalui pemberdayaan kader dalam deteksi dini risiko stunting, pengetahuan kader sebelum dan setelah penyegaran terjadi perubahan, dari sebagian baik, menjadi seluruhnya baik.

Selain itu, terdapat pula perubahan pengetahuan ibu hamil sebelum dilakukan promosi kesehatan tentang tanda bahaya pada bayi baru. Contohnya ibu hamil dI wilayah Puskesmas Padang Serai Kota Bengkulu yang di 2018 hanya sebesar 10% baik. Setelah dilakukan promosi kesehatan melalui oleh kader tentang tanda bahaya, pengetahuan ibu hamil meningkat menjadi 80% baik.

“Hal ini berarti promosi kesehatan tentang tanda bahaya bayi baru lahir oleh kader dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil,” ungkap Yuni.

Ia mengharapkan, bagi pengambil kebijakan agar dapat melakukan pemberdayaan kader posyandu dalam promosi kesehatan terutama promosi kesehatan tentang tanda bahaya bayi baru lahir oleh kader.

“Saya bagi Puskesmas Kandang Kota Bengkulu, agar dapat mengembangkan metode promosi kesehatan berbasis pemberdayaan kader posyandu tentang pengenalan tanda bahaya bayi baru lahir oleh kader,” katanya.

Bagi Poltekkes Kemenkes Bengkulu agar kegiatan ini dapat dilanjutkan pada kegiatan pengabdian masyarakat lanjutan, dengan memanfaatkan pemberdayaan kader posyandu tentang pengenalan tanda bahaya bayi baru lahir oleh kader.(kay/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close