Masyarakat “Ngeluh” Mati Lampu Terus, Febri Naik Pitam

BENGKULU UTARA, newsikal.com – Mendengar banyaknya keluhan masyarakat terkait listrik padam yang seakan terjadwal, membuat Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bengkulu Utara, Febri Yurdiman, SE naik pitam. Dirinya geram, pemerintah seperti membiarkan saja dan menjadikan hal ini suatu budaya.

“Mohon ditanggapi serius, tidak usah lah lagi main surat-suratan. Masyarakat sudah jengah dengan penyakit menahun seperti ini,” ucapnya melalui seluler.

Dirinya paham, semua masalah butuh proses waktu dalam penyelesaiannya. Tapi ia ingin pemerintah harus ambil bagian dari permasalahan ini.

“Apa PLN dipanggil, diselesaikan dengan cara tatap muka. Ataupun terjun langsung ke lapangan untuk mengecek kejadian sebenarnya. Jika memang ada masalah cepat selesaikan bahkan jika perlu panggil pula ahlinya, biar ini tidak berlarut,” ujarnya keras.

Ia menyebutkan, konsumen listrik dilindungi dalam UU No 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen dan UU No 30 Tahun 2009 Tentang Ketenagalistrikan. Dalam UU No 8 disebutkan bahwa konsumen miliki hak atas kenyamanan, kemananan dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan jasa.

Sedangkan dalam UU No 30 menjelaskan konsumen berhak mendapatkan tenaga listrik secara terus menerus dengan mutu yang baik.

“Maka jelas, jika PLN tidak bisa menyelesaikan masalah ini PLN bias dituntut. Ini bukan pergub ini merupakan undang-undang yang harus dipatuhi. Kami pun akan menuntut secara lembaga jika ini terus berlarut,” ungkap Politisi Perindo ini.

Dirinya cukup miris dengan keadaan ini, seperti rumah dinas yang tidak mungkin dibiarkan padam bahkan tagihannya daerah yang bayar. Tapi kalau masyarakat bayar sendiri, butuh kerja keras dulu untuk bisa membayarnya.

“Kami Paham tidak bisa langsung menyalahkan petugas yang bekerja di Kantor PLN tingkat kecamatan ini tapi yang salah itu sistemnya. Sistem ini yang kami harap bisa dibantu untuk segera diperbaiki sebagai pimpinan daerah,” pungkasnya.(kay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
Close