‘Ngopi Bareng’ Media, OJK Rencanakan Kegiatan Spektakuler

BENGKULU, newsikal.com – Jelang ajang spektakuler Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bengkulu, menggelar ‘Ngopi Bareng’ dengan awak media, Rabu di Halaman Belakang Kantor OJK Provinsi Bengkulu, Kota Bengkulu, Rabu (18/9/2019). Dalam pertemuan itu OJK bahas rencana launching kegiatan Inklusi Keuangan di Bumi Raflesia dengan 10.000 polis asuransi pelajar serentak.

Rencananya, kegiatan tersebut akan berlangsung 30 September mendatang di Gedung Balai Raya Semarak Provinsi Bengkulu.

Kepala OJK provinsi Bengkulu, Yusri mengatakan, secara nasional tingkat literasi keuangan 29,7% dan tingkat inklusi keuangan nasional mencapai 67,8%. Sedangkan untuk di Bengkulu sendiri tingkat literasi berkisar diposisi 27,6% dan inklusi berkisar 67,3%.

Maka dari itu, pihaknya akan bekerjasama dengan asuransi akan melaunching polis 10.000 asuransi untuk SMA

“Guna meningkatkan inklusi dan literasi keuangan di Provinsi Bengkulu kita akan menggelar launching gerakan 10.000 siswa SMA berasuransi,” ujar Yusri.

Ditambahkannya juga, untuk ditahun 2019 pemerintah akan menargetkan inklusi keuangan secara nasional yang sebelumnya 67,82 persen tahun ini naik menjadi 75 persen.

“Kegiatan inilah, salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman terhadap inklusi keuangan kepada masyarakat,” sambung Yusri.

Disebutkannya, kegiatan ini akan digelar besar- besaran dengan skala nasional maka dari itu OJK meminta rekan media menyebarkan rencana tersebut.

“ini adalah salah satu kegiatan terbesar kita, karena ini berskala nasional kami berharap kepada teman-teman media untuk menyiarkan berita ini agar dikenal masyarakat Indonesia,” tutupnya.

10.000 polis asuransi pelajar tersebut diikuti sebanyak 19 SMA/SMK baik negeri maupun swasta di Kota Bengkulu.

“Untuk preminya sebesar Rp 20.000 dan untuk kartunya seperti kartu pelajar, ini murni adalah kemauan dari siswa itu sendiri untuk yang tidak mampu belum kita masukkan,” ucapnya.

Soal klaimnya, untuk siswa yang meninggal mendapatkan Rp 5 juta, cacat tetap Rp 10 juta dan Rp 1 juta untuk sakit yang dirawat inap.

“Ini juga untuk melatih siswa bisa memprotek dirinya lewat asuransi. Untuk mari kita sukseskan program pemerintah soal inklusi keuangan dan literasi keuangan,” tambahnya.

Perlu diketahui, Inklusi keuangan ini adalah keadaan setiap orang memiliki akses yang baik dan efektif pada berbagai produk keuangan. Dengan adanya inklusi keuangan ini pula, diharapkan setiap lapisan masyarakat memiliki akses yang setara dalam penggunaan uang sekaligus dapat menggunakan dan memanfaatkan setiap layanan serta teknologi yang ada dengan baik.

Kegiatan inklusi keuangan 10.000 polis asuransi pelajar diikuti 5 pihak asuransi yaitu, ACA, Jiwa Syariah Al-Amin, Bumida, Jasa Raharja Putra, dan Jasindo. Lima asuransi tersebut juga rencananya akan menyiapkan gratis premi untuk siswa berprestasi, siswa tidak mampu, dan guru-guru yang peduli soal inklusi keuangan.

Dalam kegiatan tersebut nantinya akan dihadiri Komisioner OJK.(red/rocky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close