Pemprov Bengkulu Harapkan Danau Dendam Munculkan Kesejahteraan

BENGKULU, newsikal.com – Mewakili Gubernur Bengkulu Asisten III Setda Provinsi Bengkulu Gotri Suyanto membuka secara resmi Konsultasi Publik Rencana Pengelolaan Danau Dendam Tak Sudah, Selasa (10/12/2019).

Kegiatan ini sendiri diharapkan akan menjadi masukan dalam memperbaiki rencana pengelolaan Danau Dendam Tak Sudah (DDTS). Agar kedepan DDTS dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

“Kita berharap dengan adanya kegiatan konsultasi publik ini proses penyusunan dapat berjalan dengan baik, efektif dan efisien serta cita – cita pengelolaan danau berkelanjutan di Indonesia dapat tercapai dengan baik” harap Asisten III Gotri Suyanto.

DDTS sendiri merupakan salah satu dari 15 Danau di seluruh Indonesia yang ditetapkan oleh keputusan bersama 3 menteri menjadi danau prioritas II Nasional untuk dilakukan penyelamatan mengingat fungsinya sebagai penyangga kehidupan.

“Pengelolaan Danau perlu dilakukan secara terpadu dengan melibatkan pemangku kepentingan yang terdiri dari unsur – unsur masyarakat, dunia usaha dan pemerintah agar fungsi danau dapat berlanjut,” tambah Gotri.

Aksi bersama dalam pengelolaan danau berkelanjutan harus menjadi prioritas, kunci kerberhasilan dari aksi tersebut adalah koordinasi yang baik dari seluruh pemangku kepentingan yang menjadi penentu dan motor penggerak semua proses.

“Jadi kita sama – sama bagaimana melestarikan Danau yang ada sebagai sumber air baik untuk irigasi maupun air minum, kawasan wisata di samping juga pelestarian ekosistem disitu karena bagaimanapun juga ekosistem di lingkungan danau harus kita lestarikan untuk generasi yang akan datang,” jelas Gotri Suyanto.

Tampak hadir Direktur Pengendalan Kerusakan Perairan Darat Dirjen Pengendalian DAS dan HL Kemen LHK, Kepala BPDASHL Ketahun Irvana M Nur, Kepala Biro Perekonomian Anzori Tawakal serta tamu undangan lainnya.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close