Pendampingan Program Inovasi Rafflesia Sebagai Upaya Menurunkan Aki dan AKB di UPTD Puskesmas Jalan Gedang

Tim Penulis : Dwie Yunita Baska, SST, M.Keb, Natasya Vidia, Aliyah Tiara Salsabillah, Renvita Ariny, dan Ario Asasaga

Kesehatan ibu dan anak menjadi salah satu indikator penting yang menunjukkan performance pelayanan kesehatan secara global. Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan salah satu hal yang dapat dijadikan indikator penilaian keberhasilan pelayanan kebidanan yang diberikan dalam suatu negara ataupun daerah.

Selain itu masih tingginya morbiditas ibu dan anak, serta berbagai masalah yang terkait kesehatan ibu dan anak. Pada tahun 2020 Angka Kematian Ibu (AKI) di indonesia mencapai 6.865 dari 28.158 orang (24,38%). Penyebab AKI tertinggi kematian ibu yang terjadi di Provinsi Bengkulu disebabkan antara lain perdarahan (30%), hipertensi dalam kehamilan (25%), infeksi (5%), gangguan system peredaran darah (5%), gangguan metabolic (4%), dan penyebab lainnya (31%). (Kemenkes RI, 2021).

Salah satu penyebab masih tingginya AKI dan AKB di Indonesia adalah tidak terdeteksi secara dini ibu hamil beresiko tinggi. Kasus kehamilan risiko banyak ditemukan di masyarakat, tetapi tenaga kesehatan tidak bisa menemukannya satu persatu, karena itu peran serta masyarakat (keluarga dan kader) sangat dibutuhkan dalam mendeteksi ibu hamil risiko tinggi.

Kader mempunyai tugas menjaga kesehatan ibu hamil melalui promosi kesehatan dan pencegahan risiko, seperti pemberian suplemen nutrisi, zat besi, imunisasi tetanus toksoid dan pemberian konseling tentang tanda bahaya kehamilan, dan keluarga berencana.

Upaya pencegahan terjadinya AKI dan AKB dapat dilakukan dengan adanya deteksi dini/skrining pada ibu hamil dan bayi. Deteksi dini pada ibu hamil dapat dilakukan dengan menggunakan skor Poedji Rochyati, Tujuan dilakukannya deteksi dini pada ibu hamil maupun neonatus adalah untuk membantu menurunkan AKI dan AKB serta mencegah adanya komplikasi pada ibu hamil dan bayi.

Program Kreativitas Mahasiswa–Skema Pengabdian Kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Bengkulu bekerja sama dengan UPTD Puskesmas Jalan Gedang, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu dan melibatkan Tim Kader posyandu Kampung Botol Kelurahan Jalan Gedang, melalui upaya kegiatan pengabdian kepada masyarakat menggunakan suatu inovasi yang disebut dengan “Rafflesia”.

RAFFLESIA merupakan sebuah program inovasi kesehatan yang memiliki kepanjangan arti dari kalimat GeRAkan preventiF FeduLi kESehatan Ibu dan Anak. Inovasi ini dilakukan oleh kader dan juga tenaga kesehatan dalam upaya melakukan pendataan ibu hamil, nifas, neonatus dan bayi serta deteksi dini pada ibu dan bayi.

Kegiatan ini merupakan pendampingan kepada kader-kader dan tenaga kesehatan agar dapat mescreening secara berkelanjutan pada ibu hamil. Sasaran utama pada kegiatan ini adalah kader Posyandu/Tim Penggerak PKK yang berjumlah sebanyak 20 orang. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 11 Juli sampai dengan 30 September 2022, dengan tahapan pelaksanaan pendampingan selama lebih kurang dua minggu.

Lokasi kegiatan bertempat di Balai pertemuan Kampung Botol Kelurahan Jalan Gedang, melibatkan tim mahasiswi jurusan Kebidanan 3 orang dan 1 orang mahasiswa Jurusan Promosi Kesehatan, diketuai oleh Natasya Vidia, Aliyah Tiara Salsabillah, Renvita Ariny, dan Ario Asasaga, di bawah bimbingan Dosen Kebidanan yaitu Dwie Yunita Baska, SST, M.Keb.

Program Inovasi Rafflesia di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) PKM Jalan Gedang ini bertujuan  untuk mendampingi pelaksanaan program inovasi “RAFFLESIA” sebagai salah satu upaya untuk menurunkan AKI dan AKB dan untuk melakukan perbedayaan masyarakat melalui kader agar memiliki kemampuan untuk mengenali dan mendeteksi dini ibu hamil, nifas dan  bayi yang memiliki risiko menggunakan format skor Poedji Rochyati dan format skoring tanda bahaya ibu nifas serta neonatus dan bayi.

Jalannya pelaksanaan program inovasi ini berlangsung selama lebih kurang dua minggu dengan total pertemuan sesi pendampingan yang dilakukan sebanyak dua kali. Setelah tahapan advokasi selesai, tim segera menyiapkan semua bahan materi yang akan digunakan untuk penyuluhan.

Kegiatan pendampingan pertama, yaitu hari Rabu, tanggal 7 September 2022 di Posyandu Sejahtera, dimulai dengan pemberian pre-test quiz selama 15 menit sebelum kegiatan pendampingan diberikan.

Selanjutnya pendampingan diisi dengan kegiatan penyampaian materi dengan menggunakan media audiovisual berupa video edukasi berdurasi 2-3 menit, dengan pemutaran video sebanyak 2x. Pelaksanaan pendampingan ke-2 berlangsung pada 1 minggu berikutnya, yakni Rabu, 14 September 2022 di Posyandu Bahagia, dengan metode penyuluhan, pemutaran video edukasi, diskusi tanya jawab, dan sesi simulasi (role play) kali ini dengan langsung melibatkan kehadiran tiga (3) orang ibu hamil yang datang berkunjung saat posyandu berlangsung.

Lalu, pelaksanaan post-test diberikan pada 2 hari berikutnya, yaitu hari Jumat, 16 September 2022 yang sekaligus menutup kegiatan, penyerahan Map berisi form KSPR, memajang hasil Madding Rafflesia, dan memberikan kenang-kenangan berupa baju kaos seragam Tim Kader Rafflesia.

Kesimpulan dari hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berlangsung dengan baik. Kegiatan berlangsung lancar yang terlihat dari sambutan antusiasme para kader yang mengikuti kegiatan serta adanya hasil peningkatan pengetahuan dan pemahaman yang lebih baik tentang penggunaan KSPR dalam melakukan deteksi dini risiko tinggi pada ibu hamil.

Hasil analisis data yang didapatkan dari nilai pretest dan posttest quiz, terlihat adanya peningkatan skor rata-rata sebesar ±10,5 terhadap tingkat pengetahuan kader setelah diberikan pendampingan dan edukasi.

Perwakilan kader sangat berterimakasih sekali kepada pelaksana karena telah berbagi pemahaman serta peningkatan wawasan tentang keterampilan dalam mendeteksi dini kehamilan berisiko.

Selanjutnya, diharapkan adanya berkelanjutan dari pihak kader dan tenaga Kesehatan PKM Jalan Gedang dalam memfasilitasi bimbingan kepada ibu hamil daerah setempat sebagai bentuk kontribusi terhadap kelancaran kegiatan Program Rafflesia dan pemantauan keberlangsungan kegiatan melalui media social media misal Whatapp-group agar program ini dapat terus berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button

You cannot copy content of this page

Close