Penuhi Kebutuhan Ramadan dan Lebaran, BI Bengkulu Edarkan 2,19 Triliun

BENGKULU, newsikal.com – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Bengkulu akan mengedarkan uang kertas dan logam sebanyak 2,19 triliun rupiah untuk ramadan dan lebaran. Hal ini disampaikan Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu, Endang Kurnia Saputra di kantor BI Bengkulu, Jumat (18/5/2018).

Disampaikannya, perederan uang ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam memiliki uang baru. Penukaran bisa dilakukan di 21 bank di Bengkulu.

Ia juga menjelaskan, sebanyak 1,46 triliun akan diedarka di Kota Bengkulu. Sedangkan sisanya di seluruh daerah di Provinsi Bengkulu bahkan pulau terpencil.

“Kami akan mengedarkan uang ini ke kas titipan di Lubuk Linggau sebanyak 142 miliar, Manna 245 miliar dan Mukomuko 330 miliar. Bank sudah mulai menarik uang sejak tanggal 14 lalu,” ujarnya.

Selain itu, Endang juga mengatakan, BI bersama 21 bank di Bengkulu akan mengadakan penukaran bersama. Ini akan dilakukan tepatnya pada 4-8 Juni 2018.

Tempatnya masih kami koordinasikan dengan Polda Bengkulu. Ada 2 tempat yang kami survei diantaranya di View Tower dan Komplek BI, demi keamanan BI menunggu keputusan Polda.

“Tidak hanya penukaran bersama, kami juga menjalankan kas keliling. Pada kas keliling ini kami akan menyiapkan 11 miliar rupiah, 7 untuk pebunaran bersama dan sisanya untuk kas kelilingnya,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan, untuk seluruh masyarakat Provinsi Bengkulu jangan ragu untuk bertransaksi di ATM, karena, aktifitas di ATM di Bengkulu aman.

“Untuk berhati-hati lakukan transaksi saja di ATM kantor bank. Lalu, kalau bisa, pisahkan saja rekening yang menerima gaji. Itu demi keamanan,” tuturnya.

Tetapi tetap, lanjutnya, seluruh bank melakukan penyisiran setiap harinya, baik siang, sore bahkan malam untuk menjaga keamanan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan kembali terjadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close