Pindah Sana-sini Pedagang PTM “Ngeluh”

BENGKULU, newsikal.com – Pasar Tradisional Modern (PTM) yang saat ini terbengkalai akibat terbakar, meninggalkan duka bagi para pedagang. Bagaimana tidak, selain merugi ratusan juta sekarang pedagang yang masih bisa berjualan tak ramai pembeli.

Pedagang pun rela berjualan di bawah tenda di area parkiran. Apabila cuaca kurang mendukung, besar kemungkinan tenda tidak dibuka untuk berjualan.

Musibah ini membuat pedagang sangat kesusahan mencari tempat berdagang dan menarik kembali pelanggan. Seperti yang dirasakan, Gidik Irahman (32) salah seorang pedagang toko pakaian yang pindah ke lantai bawah.

“Kami berjualan seperti biasanya dan pengunjung pun biasa- biasa saja. Terkadang seharian gak ada pembeli, ya harus gimana lagi di sinilah tempat kami mencari nafkah,” ujarnya, Jumat (1/2/2019).

Disampaikannya juga, bantuan pemerintah terkait masalah pembangun ulang PTM yang baru pasti ada, hanya saja pedagang tidak tahu kapan pembangunannya akan dimulai.

UntukĀ  saat ini pedagang PTM dipindahkan ke lantai bawah. Ada juga yang berjualan di area parkir luar pasar. Tidak seluruh juga pedagang yang berjualan, karena kehabisan modal dan menunggu pembangun kembali selesai.

Pedagang yang masih berjualan ini tidak putus asa, demi memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka rela berdagang di emperan area parkir untuk menarik pelanggan.

“Kami lebih memilih berjualan di luar toko atau di dekat parkiran, karena langsung bertemu dengan orang- orang yang datang. Walaupun, kadang terasa panas di sini,” tuturnya.

Diungkapkan Okta Putri (27) penjual kosmetik di area parkir PTM, saat ini penjualan mereka (red, pedagang) sangat menurun jauh dari biasanya. Jauh berbeda pada saat sebelum terjadi musibah. Di sini juga waktunya tidak banyak, kalau cuaca kurang bagus pedagang harus bergegas menutup tenda tempat berjualan.

“Kami sangat berharap ya kepada pemerintah, secepatnya PTM dibangun kembali atau diperbaiki kalau memang masih bisa,” harapnya.(cw4)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
Close