Polemik PT. BMQ Kembali Mencuat, Personil Kepolisian Lakukan Penjagaan

BENGKULU TENGAH, newsikal.com –Ketegangan dua kubu dari PT. Bara Mega Quantum (BMQ) Desa Taba Penanjung kembali terjadi, pada hari Sabtu (16/03/2019). Hal itu kembali terpicu lantaran salah satu kubu dari PT BMQ, yakni kubu Nurul Awaliya bermaksud melakukan pendirian camp di puncak lokasi PT tersebut. Namun belum sempat melakukan pendakian di puncak lokasi, terlebih dahulu kubu Nurul tersebut malah digalangi dan tidak diperbolehkan masuk oleh jajaran Kepolisian Bengkulu Utara, dengan alasan mencega terjadinya konflik antar kubu berbeda, yang sudah berada di puncak lokasih.

Ditemui awak Media di pintu masuk lokasi, Branc Manager PT. BMQ, yakni Eka Nurdianty menuturkan pihaknya sedikit kecewa atas apa yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Karena menurut dia, bagaimanapun apa yang pihaknya lakukan tidak melanggar aturan, sebab berdasarkan putusan Makamah Agung (MA), ke apsahan dokumen kepemilikan BMQ sah di pegang oleh pemilik saham atas nama Nurul Awaliyah.

“Dari putusan MA, ke apsahan pemegang itu ada ditangan kami. Jadi sebagai pemegang saham yang sah kami sedikit kecewa atas dibiarkanya kegiatan ilegal oleh kubu lain, tanpa izin dari pemegang saham yang sah,” ujaranya.

Ia menerangkan, berdasarkan putusan dari Makamah Agung yang inkrah, disitu jelas tertera SK IUP OP PT. BMQ nomor 339 tahun 2011 dan turunannya sesuai akta terakhir nomor 35 tahun 2011. Yang mana disitu dapat dijelaskan untuk dipihak lawan, landasan yang menggunakan akta yang sudah batal demi hukum, serta turunannya batal di putusan PN disebabksn diperkuatkan oleh putusan MA.

Aparat Lakukan Mediasi Dengan Kubu Nurul, Pemegang Sah Saham PT.BMQ, Sabtu (16/03/2019).

Begitu juga dengan Dinas ESDM seolah-olah tidak tahu dan terkesan memihak ke kubu lain. Dan itu sunggu dipertanyakan?

“Ada apa dengan pihak berwajib dan ESDM apakah tidak mengerti hukum. Apakah mereka mau mempermainkan hukum ¬†yang ada, ataupun memang sengaja tidak mau patuh dengan putusan hukum praperadilan Indonesia. Kalau seperti ini bisa dibilang ikut serta melakukan pelangaran karena tekesan membela yang melanggar,” tegas Eka.

Baerdasrkan pengamatan Newsikal dilapangan, tim Nurul Awaliyah tiba di pintu gerbang masuk ke kawasan pertambangan yang telah dijaga oleh puluhan personil Polres Bengkulu Utara. Dipimpin langsung, Kabag Ops, AKP. Jauhari Surtito, Pabung Benteng, Kompol Abdu Arbain, Kasat Reskrim, AKP. Jufri, S.Ik melakukan mediasi kepada rombongan yang datang. Bahkan, dilokasi gerbang masuk, sempat sedikit terjadi cekcok mulut antara pekerja yang baru saja keluar dari lokasi pertambangan dengan rombongan perwakilan dari Nurul Awaliyah. Namun dapat diredahkan oleh kepolisian.

Jauhari mengatakan, menurut instruksi yang ada, pihaknya hanya melakukan pengamanan untuk memastikan kondisi berjalan aman dan kondusif. Terlebih saat ini tengah berjalannya tahapan pemilu yang tinggal menyisakan satu bulan lagi.

“Kami dari polres hanya berharap jangan sampai ada bentrok antara kedua belah pihak. Intinya terpelihara situasi kamtibmas yang kondusif, apalagi sedang berlangsung tahapan pemilu. Jadi kami diperintahkan untuk melakukan pengamanan disini,” pungkas Jauhari.

Terpisah, tim pengacara Nurul Awaliyah, Halim Perdana Kusuma mengatakan, kedatangannya guna mendirikan camp di kawasan pertambangan. Dirinya mengaku tak mengerti alasan dari kepolisian menghalanginya.

“Kita akan berupaya untuk naik kepuncak lokasi pertambangan. Maksud kami hanya untuk memastikan rencana pembangunan camp saja. Kita akan lihat situasi terlebih dahulu.Sedikitpun tidak ada niat kami untuk mencari konflik ke pihak manapun. Itu saja kok,” keluhnya.¬†(ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close