Poltekkes Kemenkes Bengkulu bersama Pemkot Ciptakan Kampung Hidroponik

BENGKULU, newsikal.com – Sebagai perguruan tinggi yang mengedepankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Poltekkes Kemenkes mengajak masyarakat untuk bisa mandiri. Maka itu, bekerja sama dengan Bapelitbang Kota Bengkulu, Poltekkes Kemenkes menciptakan Kampung Hidroponik.

Dalam Kampung Hidroponik yang berada di Kelurahan Penurunan ini, warga diajarkan menanam tanaman hidroponik, lalu komposter dan biopori.

Disampaikan, Wakil Direktur I Poltekkes Kemenkes Bengkulu, Eliana, SKM, MPH, hidroponik ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat itu sendiri.

“Ini bisa dilakukan terus menerus, jika sudah panen bisa ditanam lagi. Bisa juga diganti dengan tanaman lain,” ujarnya.

Seperti itu pula komposter, dengan ini masyarakat bisa menghasikan pupuk cair dari sampah organik rumah tangga.

“Begitu juga biopori, masyarakat bisa menyerap air yang berada di tanah berawah. Ada alat yang kami kenalkan,” ungkapnya.

Hasil sayur yang ditanam warga, lanjutnya, bisa juga digunakan sebagai campuran adonan kue, minuman serta keripik sayur.

“Bisa meningkatkan pendapatan UKM dan UKM di sini bisa lebih berkembang,” tutur Eliana.

Sedangkan itu, Asisten II Pemerintah Kota Bengkulu, Zuliyati, mengapresiasi tanaman hidroponik ini. Senada, ia juga menilai ini bisa membuat pendapatan masyarakat meningkat.

“Ini harus terus dilanjutkan, sesuai visi Pemkot yakni menciptakan masyarakat religius dan bahagia. Bagaimana tidak, sayur tidak beli lagi hingga meringankan beban di dapur,” ucapnya.

Dirinya ingin, ini bisa ditingkatkan lagi, diperluas dan dipercantik lagi, karena dekat dengan pariwisata Pantai Panjang. Baginya ini bisa menjadi wisata unik juga bagi pengunjung Pantai Panjang.

“Saya harap, dengan dampingan Poltekkes Kemenkes Bengkulu bisa menciptakan kreasi baru, bukan hanya sayur, pupuk dan makanan saja,” katanya.

Tidak hanya itu, selain menambah inkam warga itu sendiri, disampaikannya juga hal ini bisa juga menambah inkam bagi RT dan RW setempat. Jika dijual di kelurahan lain ataupun pasar, uang yang dihasilkan bisa untuk biaya sehari-hari bahkan khas RT dan RW.

Berikut hasil olahan sayur di Kampung Hidroponik ini, yaitu es lilin sawi, puding cincai hijau, bolu kukus bayam, bolu kukus sawi, jus pokcoy nanas, stik pokcoy bayam, risoles pokcoy bayam, stik ketan pakcoy bayam, roti coklat bayam, roti pisang pakcoy dan bay tat sawi.

Selain Asisten II, launching ini juga dihadiri Kepala Bapelitbang Kota Bengkulu, Camat dan Lurah setempat. Serta diramaikan dengan warga sekitar yang antusias dengan kegiatan ini.(kay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close