Rakerkesda Provinsi Bengkulu, Percepatkan Eliminasi TBC

BENGKULU, newsikal.com – Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Provinsi Bengkulu dalam tema “Sinergisme Pusat dan Daerah Dalam Upaya Percepatan Eliminasi TBC, Penurunan Stunting dan Peningkatan Cakupan, serta Mutu Imunisasi Melalui Pis-pk”, yang bertempat di Aula Hotel Nala Sisaide, Rabu (3/5/2018).

Dalam tujuan percepatan pembangunan kesehatan di Provinsi Bengkulu, merupakan agenda rutin Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, serta tindak lanjut dari Rakerkesnas tahun 2018.

Acara yang digelar pukul 09.00 WIB ini, dihadiri Drh. Moora Linda Sitanggang, apt, PhD Direktorat Dirjen Farmalkes Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Anggota DPR RI, Eva Hartati, Ana Rulita, Anggota DPD RI Riri Damayanti, Asisten Pemerintah dan Kesra Pemerintahan Provinsi Bengkulu, Hamka Sabri, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, Walikota dan Bupati  atau yang mewakili se-Pprovinsi Bengkulu, serta Forkopimda.

Dalam sambutanya, Herwan Toni Selaku Kepala Dinas Kesehatan Provinai Bengkulu, menjelaskan, bahwa acara Rakerda ini kegiatan rutin tahunan dari dinas kesehatan. Terkait Tema, menurutnya inilah masalah darurat indonesia dengan TBC, Stunting, mutu imunisasi yang rendah No 2 setelah India yang di posisi pertama dunia.

“Saat ini, kita sedang dilanda penyakit menular TBC di Indonesia no 2 dibawah India. Diskusi ini dilakukan sebagai langkah awal Dirjen untuk mengetahui strategi eliminasi TBC, penurunan stunting, serta peningkatan cakupan dan mutu imunisasi untuk kemudian menentukan langkah pengawasan yang akan dilakukan,” ungkapnya.

Disampaikannya juga, ini melanjutkan “Tren case detection rate (CDR) per kabupaten/kota tahun 2018 meningkat pada beberapa kabupaten, meski ada juga yang turun. Sementara yang menjadi tantangannya adalah adanya missing case karena tidak terdeteksi, dan tidak ada laporan.

Moora Lita yang hadir mewakili Menteri Kesehatan Republik Indoneaia, menyampaikan permohonan maaf atas berhalangannya Menteri Kesehatan, karena ada rapat Kabinet. Moora menyampaikan, titipan pesan dari menteri kesehatan terkait program demi masyarakat Indonesia sehat.

“Pembanguna kesehatan adalah tugas semua masyarakat Indonesia, untuk meningkatkan kemauan kesadaran  untuk sehat. Agar terwujud drajat masyarakat yang memiliki kesehatan yang optimal, semua dibutuhkan Program strategis dan didukung oleh peralatan nasional yang ada. Rencana pembangunan jangka panjang 2005 sampai 2024 L, juga merupakan pembangunan kesehatan, diupayakan pada pengembangan kesehatan harus sesuai kebutuhan dan tantangan kesehatan Indonesia,” sampainya.

Dilanjutkannya, Kementerian Kesehatan menegaskan, pada program Indonesia sehat yakni mewujudkan Indonesia yang berprilaku sehat, lingkungan sehat, pada 2019 Indonesia akan menjadi era asuransi terbesar di dunia.

“Dengan itu diharapkan kepada seluruh lapisan masyarakat memiliki akses ke pelayanan kesehatan,” tutup Moor linda Sitanggang saat membacakan Surat Dari Menteri Kesehatan RI, Nila Moek.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close