Resmi Dilantik, Bapena PPNI Provinsi Bengkulu Diharap Sigap dalam Tanggap Bencana

BENGKULU, newaikal.com – Dewan Pengurus Wilayah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPW PPNI) Provinsi Bengkulu lantik pengurus Badan Penanggulangan Bencana (Bapena) PPNI Provinsi Bengkulu, Selasa (13/12/2022) di Aula Kampus IV Universitas Muhammadiyah (UM) Bengkulu. Pelantikan ini juga dilaksanakan serentak dengan pelantikan pengurus Dewan Pengurus Komisariat (DPK) PPNI se-Kota Bengkulu.

Pengurus Bapena PPNI Provinsi Bengkulu dilantik oleh Ketua DPW PPNI Provinsi Bengkulu H. Fauzan Adriansah, SKM, MM. Disaksikan juga oleh Wakil Walikota Bengkulu Dr. Dedi Wahyudi, SE, MM dan Rektor UM Bengkulu Susianto.

Disampaikan Fauzan, Bapena PPNI yang telah dikukuhkan di beberapa daerah se-Indonesia sangat berperan aktif. Bapena yang dibekali dengan ilmu tanggap darurat secara sigap turun langsung ke lokasi terjadinya bencana untuk memberi pertolongan.

Dicontohkannya juga, pada bencana yang terjadi di Cianjur. Pengurus Pusat langsung menurunkan tim khusus Bapena PPNI ke lokasi bencana dan di sana didampingi juga oleh Bapena Jawa Barat.

Dijelaskannya, bahkan saat ini tim relawan PPNI tersebut masih stay berada di lokasi pengungsian. Tidak hanya itu, perawat tersebut rela berkeliling untuk memberikan penanganan medis untuk masyarakat yang membutuhkan.

Maka itu, dengan pelantikan ini, ia berharap anggota atau pengurus yang dilantik dapat bekerja maksimal khususnya yang bersifat tanggap darurat bencana. Mengingat pula di Provinsi Bengkulu tak jarang juga terjadi bencana baik itu banjir dan longsor.

“Harapan ke depan, semua kegiatan yang sifatnya bencana, tim dapat langsung bergerak dengan talenta, baik kualitas maupun kuantitas sebagai perawat dalam tanggap bencana,” singkat Fauzan.

Dalam kegiatan ini juga dilaksanakan Seminar Nasional dengan tema “Dilema RUU Omnibus Law dan Etika Dalam Pemberian Asuhan Keperawatan”. Dalam hal ini Fauzan menyatakan secara tegas bahwa PPNI Provinsi Bengkulu tolak RUU Kesehatan Omnibus Law.

Sontak, suara itu ditanggapi riuh peserta seminar yang merupakan perawat dan mahasiswa perawat yang ada di Provinsi Bengkulu. Dilanjutkan dengan teriakan “Tolak RUU Kesehatan Omnibus Law” secara bersama-sama.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button