Rohiddin: Mukomuko Punya Potensi Besar Sumber Daya dan Perekembangannya

MUKOMUKO, newsikal.com – Pada Paripurna Istimewa HUT Kabupaten Mukomuko yang ke-16, Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah mengatakan, Kabupaten Mukomuko memiliki potensi besar, baik dalam hal sumber daya maupun perkembangannya, Sabtu (24/2/2019) di ruang rapat DPRD Kabupaen Mukomuko. Maka tidak salah, pemerintah dan seluruh elemen masyarakat menjadikan ulang tahun ini sebagai momentum untuk terus maju.

“Ini momentum bagi kita untuk selalu bersyukur berterima kasih kepada para pendiri dan semua pihak yang telah membangun Kabupaten Mukomuko. Lebih penting juga tentunya, kesempatan ini untuk membangun komitmen yang kuat dari seluruh elemen bahwa kita harus maju, kita punya kemampuan dan kita juga punya potensi yang bagus, namun sinerginya saja yang belum terbangun secara baik,” ujarnya.\

Lanjut Gubernur, selain komitmen kuat pemerintah dan masyarakat setempat, Pemprov Bengkulu dibawah kepemimpinannya juga berkomitmen, akan terus mendorong pembangunan Kabupaten “Kapuang Sakti Rantau Batuah” ini, dengan pembangunan dan peningkatan kualitas infrastruktur jalan.

“Bagaimana peran Pemprov Bengkulu mambangun Mukomuko terkait pembangunan infrastruktur. Maka di tahun 2019 ruas jalan Dusun Gedang–Simpang Yamajaya Pondok Kopi, Penarik–Lubuk Pinang, Lubuk Gedang–SP 6, Tanah Rekah–SP 4, akan kita bangun,” terangnya.

Sementara, terkait potensi wisata, Pemprov Bengkulu juga akan mendorong beberapa agenda tahunan Pemkab Mukomuko untuk menjadi event tahunan provinsi bahkan menjadi event tahunan nasional, seperti Festival Kesenian Tari Gandai dan Event Jelajah Alam Mukomuko (JAM). Khususnya event JAM ini juga bagus dan juga bisa menjadi kalender event nasional.

Tapi menurutnya, ini harus dilaksanakan rutin tanggal pelaksanaan dalam setiap tahunnya, bahkan rute yang ada itu dibakukan, apalagi pelaksanaannya telah yang ketiga kali.

“Nanti kalau sudah rutin di kabupaten, saya angkat menjadi kalender Bengkulu. Seperti Festival Tabut dan Bumi Rafflesia, juga akan saya presentasikan di Kementerian Pariwisata, kemudian diakui jadi Kalender Pesona Indonesia dan dibiayai sepenuhnya oleh pihak Kementerian,” pungkasnya.(rls/kay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close