Rohidin Buka Kejuaraan Panjat Tebing Piala Gubernur Bengkulu 2022

Bengkulu, newsikal.com-Open Climbing Competition Piala Gubernur Bengkulu tahun 2022 resmi dibuka Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah di Venue Panjat Tebing stadion Semarak Sawah Lebar Bengkulu, Jumat (16/12).

Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Bengkulu Edwar Samsi mengungkapkan bahwa kejuaraan ini berkat dukungan pemerintah provinsi Bengkulu yang dianggarkan pada APBD-P 2022.

“Ini merupakan kejuaraan pertama (piala Gubernur), dan ke depan akan diagendakan terlaksana setiap tahun. Ada 80 peserta yang ikut berpartisipasi, termasuk ada juga peserta dari Sumatera Barat,” ujar Edward yang juga anggota DPRD Provinsi Bengkulu.

Lebih lanjut, Edward melaporkan Panjat Tebing Bengkulu sudah menorehkan prestasi, khususnya pada kejuaraan kelompok umur di Aceh beberapa waktu lalu. Atas nama Ranu Arta Anapurna (13) yaitu meraih medali perak, selain itu pada kejuaraan lain di Situbondo Jawa Timur juga berhasil meraih perunggu.

“FPTI tentunya butuh dukungan ke depan agar atlet-atlet dapat berprestasi lebih baik di kejuaraan-kejuaraan nasional. Bahkan dapat mewakili Bengkulu pada ajang PON 2024 di Aceh dan Sumut,” terangnya.

Sementara, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengatakan, bahwa torehan prestasi tentunya dapat tercapai apabila sang atlet mengikuti event secara berjenjang dan rutin. Selain itu, atlet harus berlatih secara terstruktur, teratur, dan berkelanjutan.

“Kompetesi ini sebagai ajang untuk mengukur sejauh mana kemampuan atlet, dan membangun semangat olahraga di masyarakat. Berlangsungnya kompetisi dapat menghasilkan dampak ekonomi di berbagai sektor, secara tidak langsung sport tourism membantu perkembangan pariwisata,” jelas Rohidin.

Menurutnya, jiwa pemenang perlu dibangun sejak dini melalui olahraga sehingga dapat terbentuk sikap sportivitas, disiplin, dan powerful ketika menghadapi tantangan. Dan untuk kompetisi menurut Rohidin, pelaksanaan kejuaraan sangat penting dilakukan secara berjenjang, mulai dari segi usia, hingga tingkatan level kompetisi, yaitu desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, nasional, hingga internasional.

“Pelaksanaan kompetisi hendaknya dimulai dari yang terkecil hingga yang levelnya tinggi. Sehingga para atlet berprestasi akan benar-benar terjaring, dan tentu mental juaranya akan terasah. Mungkin, KONI Bengkulu bisa melakukan ini di beberapa Cabor potensial sehingga Bengkulu ke depan mendapatkan atlet-atlet terbaik,” tutup Rohidin.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button