Tabut Naik Puncak, Antusias Masyarakat Sangat Tinggi

BENGKULU, newsikal.com – Sebagai Ketua Panitia Taut Naik Puncak, Kapolda Bengkulu Brigjend Pol. Supratman, mengatakan, antusias masyarakat Bengkulu dengan prosesi ini sangat tinggi. Hal ini terbukti dari membludaknya masyarakat yang menyaksikan prosesinya bahkan rela meunggu dalam waktu lama hingga acara dimulai.

“Mangkanya kami dari Polda Bengkulu sangat mendukung budaya ini, sampai kami menghadirkan tari, aksi dol bhayagkari dan polwan. Saya harap ini bisa dipertahankan karena juga akan menigkatkan PAD dan jika bukan kita siapa lagi,” ujarnya.

Tabut Naik Puncak ini merupakan prosesi yang dilakukan sebelum dimulainya malam tabut bersanding (Arak Gedang), dimana pada sesi ini Tabut Imam (diidentifikan Laki-laki) dan Bangsal (perempuan) akan naik puncak secara bersamaan. Prosesi Tabut Naik Puncak sebagai simbol selesainya Gam atau hari berkabung usai wafatnya husein dan hasan dan dilarang membunyikan musik dol, kemudian usai berakhirnya Gam dengan ditandai Tabut Naik Puncak, dapat kembali bersuka cita membunyikan genderang dol.

 

“Mulai usai subuh tadi, Gam mulai dilakukan sebagai bentuk penghormatan atau masa berkabung. Dan sekarang dilakukan prosesi tabut naik puncak (pangkek), hal ini menandai Doll boleh kembali ditabuh dan Tabut dapat bersanding (Arak Gedang),” ungkap Supratman.

Usai Puncak Tabut Naik, Kerukunan Keluarga Tabut (KKT) bersama Panitia dan tamu undangan secara bersama menabuh dol dengan penuh energik sesuai irama, disauti dengan sorakan kegembiraan.

Sedangkan itu, Ketua KKT Achmad Syafril, meyampaikan, proses ini sebagai finalisasi pembuatan Tabot. Lanjutnya, jika proses ini buruk, semuanya akan buruk.

“Jadi ya ini menghormati wafatnya Hasan dan Husein, setelah puncak Tabot tersambung yang diangkat dengan tali dan diringi suling, maka serentak dol ditabuhkan dengan kegembiraan,” sampainya.

Dirinya juga sangat berterima kasih dengan Kapolda Bengkulu yang sangat antusias degan proses ini higga mensuport penuh. Ia juga berharap Pemerintah juga dapat berfokus pada prosesi Tabut Naik Puncak ini, karena nilai budayanya sangat tinggi.

“Ya lebih baik peabuhan 500 dol rekor muri lalu berbaregan dengan ini, karena hubungannya pun cukup kental,” cetusnya.

Pada kesempatan ini, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Bengkulu Gotri Suyanto mengatakan berbagai prosesi telah dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap cucu Nabi Muhammad SAW, yaitu Hasan dan Husein yang wafat ketika perang karbala.

“Setiap prosesi telah dilakukan, malam ini kita akan lihat keindahan bangunan tabut yang berjejer di depan rumah dinas Gubernur. Kemudian keesokan harinya kita bersama akan mengiringi prosesi tabut tebuang,” terangnya.

Gotri berharap kemeriahan tabut dapat membantu ekonomi masyarakat selama 1-10 Muharram Festival Tabut 2019 berlangsung. Kedepan, Pemerintah Daerah akan terus berupaya menyelenggarakan event bertaraf nasional maupun internasional, apalagi tagline “Wonderful Bengkulu 2020” semakin bergaung dan masyarakat sudah mulai terbiasa mempromosikannya.

“Dalam 10 hari pelaksanaan Tabut, perputaran uang sungguh besar dan hal tersebut berdampak bagi ekonomi masyarakat. Kemasannya pun terus kita perbaiki, agar semakin menarik minat wisatawan yang berkunjung,” pungkas Gotri.(red/rocky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
Close