Terkait Kasus Benur di Bengkulu, Jusuf Rizal: Lira Desak Terus KPK

JAKARTA, newsikal.com – Presiden Lembaga Swadaya Masyarakat Lumbung Informasi Rakyat (LSM LIRA) Jusuf Rizal menyoroti kasus suap ekspor benur yang menyeret nama Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, Eks Mantan Bupati Kaur Gusril Fausi, Kepala Bappeda Provinsi Bengkulu Isnan Fajri dan pejabat di Provinsi Bengkulu lainnya (16/1/2022). Dirinya meminta kepada Lira Provinsi Bengkulu untuk terus mendesak KPK hingga kasus ini mendapatkan kejelasan hukum.

“Saya rasa Lira Bengkulu harus berkirim surat ke KPK, mendesak KPK untuk transparan terkait hasil dari penyidikan yang dilakukan KPK kepada pejabat di Provinsi Bengkulu,” ujarnya.

Arahanya, Lira harus tetap bergerak dengan ketentuan yang berlaku. Tidak hanya dengan kasus benur saja, tetapi juga kasus korupsi lain di Bengkulu yang belum terungkap.

“Banyak terjadi penyalah gunaan wewenang di Provinsi Bengkulu, hanya saja ini tidak terungkap. Karena belum ada yang punya prinsip dan masih bersifat prakmatis untuk menguak semua itu,” ucap Jusuf.

Dirinya ingin, Lira Bengkulu bisa menjadi contoh bahkan memecahkan budaya itu. Agar Bengkulu bisa benar-benar kondusif, masyarakat pun merasa aman dan nyaman.

“Maka saya perintahkan Lira Bengkulu tuntaskan masalah benur ini. Bila perlu kepung kantor KPK guna meminta penjelasan hukumnya,” terangnya.

Jusuf juga menyebutkan, ia akan support penuh dalam menyelesaikan kasus ini. Bahkan dirinya juga akan berkoordinasi kepada jajarannya untuk mengawal kasus ini ke KPK.

“Dengan niat yang baik mudah-mudahan hasil akan baik. Kita ingin masyarakat Provinsi Bengkulu bisa legah, karena kasus benur ini tuntas,” ungkapnya.

Jika memang ada dugaan pidana, lanjutnya, KPK harus lakukan pengembangan lagi, hingga penetapan tersangka.

“Kasus ini tuntas pun, KPK juga akan semakin dipercaya khususnya oleh masyarakat Provinsi Bengkulu. Jangan sampai tercipta fitnah kepada KPK terkait kasus benur ini,” tandasnya.(kai/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
Close