Tidak Transparan Terkait Ganti Rugi, Pembangunan Jalan Tol Bengkulu-Linggau Tertunda

BENGKULU TENGAH, newsikal.com –  Kurang transparan terkait pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol membuat terhambatnya pembayaran ganti rugi pembebasan lahan di Desa Sukarami Kecamatan Taba Penanjung Kabupaten Bengkulu Tengah, Senin (07/12/2020)

Masyarakat yang memiliki lahan masih keberatan terhadap jumlah yang mereka terima karena jumlah yang ditawarkan tidak sesuai harapan mereka.

Kepala Desa Sukarami, Ashardi mengatakan bahwa masyarakat tidak mau menghambat pembangunan tol tersebut tetapi mereka hanya minta keadilan.

“Masyarakat meresa tidak diberlakukan adil terhadap pembebasan lahan karena menurut mereka harga belih lahan mereka lebih mahal dari harga ganti rugi yang akan diberikan,”ujarnya

Ia juga mengatakan bahwa perihal ganti rugi ini tidak sesuai dengan kesepakatan awal terkait dengan karakteristik lahan.

“Waktu sosialisasi ada beberapa karakteristik tanah yang miliki harga berbeda, seperti tanah yang memiliki sertifikat, baru SKT dan tanah adat miliki harga yang berbeda namun prakteknya hal itu tidak dilakukan sama sekali,” katanya

tambahnya bahwa sebelumnya juga ada kesepakatan bahwa ada karakteristik tanah/lahan yang jarak dengan pemukiman, jalan nasional, jalan provinsi, jalan Daerah, jalan Desa hingga jalan setapak juga memiliki harga yang bervariasi terkait ganti rugi namun tidak pada prakteknya.

“Sekarang banyak masyarakat yang mengeluh karena ganti rugi yang akan mereka terima lebih murah dari harga jualnya,” tambahnya

Sedangkan perwakilan kelompok tani juga menyayangkan terkait peristiwa tersebut karena tidak lama lagi akan segera menggarap sawah mereka.

Bobi merupakan salah seorang petani yang sawahnya ikut terdampak pembebasan jalan tol yang belum ada kejelasan terkait ganti rugi.

“Kami tidak mau ambil resiko kalau belum ada penyelesaian kami akan segera turun untuk menanam padi,” pungkasnya (D12)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
Close