Tito: Ulama, Media Strategis Lawan Hoaks

BENGKULU, newsikal.com – Sebelumnya, perwakilan Ulama menyatakan mendukung gerakan lawan hoaks yang digagas Kapolri. Menurut sejumlah ulama, hoaks, fitnah dan ujaran kebencian telah menghancurkan harmoni kehidupan keluarga masyarakat dan bisa membahayakan kehidupan bangsa.

Menanggapi hal itu, Tito yang merupakan alumni Akademi Kepolisian (1987) menegaskan, ulama adalah media yang dipercaya masyarakat, sehingga efektif untuk bersama melawan hoaks. Sebaliknya, ulama juga harus dijaga integritasnya, agar tak turut menyebarkan berita hoaks.

“Kalau ada (berita/pesan) hoaks, tanpa sumber yang jelas kemudian dibumbui dengan ayat-ayat maka bisa membahayakan. Karena ulama adalah menyampaikan hukum Tuhan yang lebih tinggi dari hukum dan undang-undang, ulama juga dipercaya umat. Kita mengapresiasi dukungan lawan hoaks ini,” ucap Tito dalam pertemuan yang dihadiri FKPD, juga Plt Gubernur Rohidin Mersyah.

Kapolri juga berpesan, masyarakat tetap menjaga kerukunan dan keamanan meski ada pergelaran Pilkada yang merupakan agenda demokrasi. Stabilitas keamanan menjadi prioritas, agar aktivitas sosial dan ekonomi terus bisa berjalan.

“Pilkada itu kan hanya bagian dari proses demokrasi, keamanan menjadi yang pertama. Kalau aman tentram, pemerintahan juga berjalan maka stabilitas sosial dan ekonomi juga turut berjalan. Jadi harus aman dulu, itu yang terpenting,” tegasnya.

Dalam kunjungan kerja saat itu, Kapolri juga berkesempatan meletakkan batu pertama serta bubuhkan tanda tangan prasasti pembangunan perluasan gedung Mapolda Bengkulu dan peluasan RS Bhayangkara tingkat III. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
Close