Upaya Pencegahan Stunting, Melalui Penanggulangan Anemia Pada Remaja Putri

BENGKULU, newsikal.com – Stunting merupakan bentuk kegagalan pertumbuhan (growth faltering) tinggi badan akibat akumulasi ketidakcukupan nutrisi yang berlangsung lama mulai dari kehamilan sampai usia 24 bulan (Bloem et al, 2013). Laporan Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2013 menunjukkan bahwa prevalensi stunting secara nasional tahun 2013 adalah 37,2%, pada tahun 2018 berdasarkan hasil RiskesdasĀ  menemukan bahwa angka stunting di Indonesia mengalami penurunan menjadi 30.8%, sedangkan di Provinsi Bengkulu sebesar 27.5%.

Seperti yang disampaikan, Ketua Pelaksana Pengabdian masyarakat ini, Yuniarti, SST, M. Kes, Provinsi Bengkulu merupakan salah satu provinsi yang menjadi perhatian karena tingginya kasus stunting. Ibu hamil yang anemia berisiko melahirkan anak stunting, sehingga perlu persiapan pra kehamilan dengan mempersiapkan remaja putri sebagai calon ibu.

“Oleh karena itu diperlukan intervensi stunting yang diarahkan untuk meningkatkan status kesehatan ibu hamil melalui pengendalian anemia pada remaja putri,” ujarnya.

Diterangkannya juga, tujuan kegiatan ini, mencegah stunting melalui upaya menurunkan kejadian anemia pada remaja putri di wilayah Kecamatan Ratu Samban Kota Bengkulu. Metode kegiatan terdiri dari persiapan yaitu survey awal dan pengurusan izin.

Tidak lupa juga tahap pelaksaan pembuatan komitmen dengan pihak terkait, pembuatan poster, leaflet, modul, pemeriksaan Hb, pelatihan konselor sebaya tentang anemia, pendampingan konsumsi tablet Fe dan cara deteksi status anemia pada remaja, pelatihan rujukan kasus anemia, pembuatan jadwal pembagian tablet Fe, pendampingan konsumsi tablet Fe pada remaja putri anemia oleh kelompok sebaya, Penilaian kepatuhan konsumsi tablet Fe dan tahap evaluasi yaitu Post test penegtahuan sikap kelompok sebaya dan remaja putri tentang anemia, penilaian kepatuhan konsumsi tablet Fe dan pembuatan RTL.

Hasil yang didapatkan adalah terbentuknya komitmen dari Poltekkes Kemenkes Bengkulu, puskesmas, sekolah, terhadap pencegahan stunting melalui pencegahan anemia pada remaja putri di wilayah Kecamatan Ratu Samban Kota Bengkulu.

“Pastinya juga meningkatnya pengetahuan, sikap, perilaku remaja putri terhadap upaya penanggulangan anemia sekaligus terbentuk kelompok sebaya remaja putri yang berkomitmen untuk mendampingi sebayanya dalam mencegah anemia dalam penanggulangan stunting dengan mengontrol rutinitas minum tablet Fe dan bekerja sama dengan UKS mengukur kadar Hb sebagai salah satu ciri anemia sehingga dapat menurunkan kejadian anemia remaja putri.(kay/rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close