Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Manajemen Nyeri Persalinan Melalui Peran Suami Pada Kelas Ibu Hamil

DI TPMB SUSI IRMA NOVIA, SST KOTA BENGKULU   Ditulis oleh : Dwie Yunita Baska, SST, M.Keb, dan Nispi Yulyana, SST, M.Keb

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menggaungkan World Patient Safety Day atau Hari Keselamatan Pasien Sedunia 2021-2022, yang bertujuan untuk membuat asuhan pada ibu hamil dan bayi baru lahir yang lebih aman (making maternal and newborn care safer). Terdapat lima (5) pilar utama dalam mencapai tujuan (Goal) tersebut, salah satunya tercantum pada Goal ke-3, yaitu penghargaan penuh untuk mendukung persalinan yang aman (Promote respectful care for safe childbirth). Salah  satu  bentuk  dukungan  penghargaan  yang  dapat  diberikan  kepada  ibu  saat mempersiakan  proses  kelahiran,  yaitu  dukungan  dari  orang  terdekat  terutama suami/keluarga  yang  mendampingi  ibu  sejak  dari  masa  kehamilan  sampai  dengan proses  bersalin,  dan  pertolongan  persalinan  yang  aman  dan  terstandar  dilakukan oleh bidan atau tenaga kesehatan terlatih. Namun kenyataannya, masih banyak ibu yang  harus  berjuang  sendiri,  mulai  dari  proses  kehamilan  awal  sampai  trimester akhir  tanpa  didampingi  suami  atau  keluarga  terdekat,  dengan  alasan  suaminya sibuk,  atau  tidak  mempunyai  cukup  waktu  untuk  mendampingi  istri  saat memeriksakan kehamilan atau saat istrinya mengikuti kelas ibu hamil. Oleh karena itu  perlu  dilakukan  pendekatan  kepada  suami  atau  keluarga  terdekat  ibu  saat pelaksanaan  kelas  ibu  hamil  berlangsung,  dan  bermitra  dengan  Praktik Mandiri  Bidan  yang  mengizinkan  keluarga  mendampingi  ibu  saat  pelaksanaan kelas  hamil  berlangsung.

Sebagai bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi, salah satu kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Program Kemitraan Masyarakat (PKM), Dosen Poltekkes Kemenkes Bengkulu bekerja sama dengan Tempat Praktik Mandiri Bidan atau TPMB Susi Irma Novia, SST di Jl. Bangka No. 20 Kelurahan Belakang Pondok, Kec. Ratu Samban, Kota Bengkulu dan melibatkan tiga orang mahasiswa, melaksanakan upaya pendampingan dalam peningkatan pengetahuan dan keterampilan melalui keterlibatan peran serta suami dalam melakukan Teknik manajemen nyeri persalinan di Kelas Ibu Hamil. Kegiatan ini sebagi bentuk upaya dalam memberikan edukasi tentang proses persalinan pada ibu dan suami, sekaligus mengajarkan suami tentang Teknik mengurangi nyeri persalinan yang akan dialami istrinya sejak kehamilan aterm (cukup bulan) sampai dengan bersalin. Hal ini dimaksudkan tak lain agar menciptakan suami yang terampil dan “SUAMI SIAGA” atau dikenal dengan singkatan “Suami Siap Antar dan Jaga” dan mampu menjadi sosok pendamping setia pada ibu yang sedang menjalani proses kehamilan Trimester III sampai dengan menjelang bersalin.

Adapun Sasaran utama pada kegiatan ini adalah 10 pasang pasutri yang hadir dalam kegiatan kelas ibu hamil. Kegiatan pengabdian ini berlangsung dari bulan Agustus sampai dengan November 2022, dengan tahapan pelaksanaan kegiatan selama tiga minggu, dan dilakukan dua kali sesi pertemuan dengan interval satu minggu. Lokasi kegiatan bertempat di Ruang Kelas Ibu Hamil dan Baby Spa Lantai 2 di TPMB Susi Irma, dengan tim fasilitator dosen Dwie Yunita Baska dan Nispi Yulyana, serta melibatkan tiga orang mahasiswa tingkat III Jurusan Sarjana Terapan dan Profesi Bidan.

Jalannya pelaksanaan kegiatan pengabmas ini berlangsung selama lebih kurang dua minggu dengan total pertemuan sebanyak dua kali sesi. Setelah berkoordinasi dengan bidan Susi dan menentukan jadwal kegiatan, tim segera menyiapkan semua bahan materi yang akan digunakan untuk penyuluhan serta paparan video demonstrasi untuk kegiatan praktik secara langsung.

Kegiatan pendampingan pertama, yaitu hari Sabtu, tanggal 22 Oktober 2022 di TPMB Susi Irma, dimulai dengan pemberian pre-test quiz pengetahuan yang berisikan 20 pertanyaan Benar/Salah selama 15 menit sebelum kegiatan penyuluhan diberikan. Selanjutnya pendampingan di isi dengan kegiatan penyampaian materi dengan menggunakan media audiovisual berupa Powerpoint Presentasion dan video edukasi tentang “Konsep nyeri pada proses persalinan normal,” yang berdurasi 2-3 menit, dan dilanjutkan dengan sesi diskusi tanya jawab serta sharing pengalaman bersama. Pelaksanaan pendampingan ke-2 berlangsung pada 1 minggu berikutnya, yakni masih dihari yang sama, Sabtu, 29 Oktober 2022, dengan pengisian kegiatan praktik simulasi dan demonstrasi teknik-teknik untuk mengurangi nyeri persalinan yang dipraktikkan langsung oleh pasangan ibu masing-masing. “Adapun praktik yang kita kenalkan adalah pijat endorphine (massage endorphine), pijat oksitosin untuk stimulasi ASI dan Teknik Rebozo yang terkenal dari Mexico dengan menggunakan alat bantu selendang. Hal ini membuat para suami sangat antusias dan berusaha sebaik mungkin dalam mempraktikan teknik tersebut kepada istrinya, agar merasa lebih nyaman, dan ini tentu membuat ikatan (bonding) antara keduanya semakin kuat & mesra” ungkap ibu Dwie.

Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berlangsung sangat baik, lancar, semua peserta aktif, dan tampak antusias saat sesi diskusi bersama. Para suami siaga ini pun mampu mempraktik langsung teknik manajemen nyeri yang telah di ajarkan. Hasil analisis data yang didapatkan dari nilai pretest dan posttest tingkat pengetahuan ibu dan suami, didapatkan adanya peningkatan skor rata-rata dari 45.50 menjadi 93.50, dan peningkatan pada level keterampilan praktik dalam melakukan teknik manajemen nyeri persalinan dari rata-rata nilai 5,60 meningkat menjadi 10.00 atau dapat dikatakan berhasil 100% dalam melakukan tindakan tersebut sesuai SOP (standar operasional prosedur).

Perwakilan dari salah seorang suami beserta istri, mengucapkan banyak berterimakasih atas kegiatan dan pengalaman berharga yang telah didapatkan selama 2 minggu ini di tempat praktik bidan Susi. Selanjutnya, diharapkan kegiatan kelas ibu hamil ini bisa terus berkelanjutan, agar suami-suami siaga yang lain bisa terus berkontribusi dan memahami peran tugas penting nya sebagai pendamping isteri terutama pada masa-masa rentan perempuan, yakni masa kehamilan, persalinan, sampai dengan nifas dan menyusui, sehingga tujuan akhir dalam menurunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi yang masih tinggi di Indonesia ini dapat terwujud.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button