Waduk 11 Hektar, Solusi Atasi Banjir Tanjung Agung dan Tanjung Jaya

BENGKULU, newsikal.com – Pemerintah Kota Bengkulu berencana mengatasi banjir dengan cara membuat waduk seluas 11 hektar. Hal ini disampaikan Walikota Bengkulu, H. Helmi Hasan, SE saat bertemu sapa dengan warga Tanjung Agung dan Tanjung Jaya, Senin (4/2/2019) di Balai Kota.

“Ini bisa dilakukan apa bila mendapat kata mufakat dari warga setempat. Karena setiap warga yang mempunyai lahan tanah, tidak diberi ganti rugi,” ujar Helmi.

Untuk warga yang lahanya masuk dalam pembuatan waduk, lanjutnya, akan diajak berbisnis dan diberi cara mengelola waduk supaya menjadi tempat wisata baru untuk membantu perekonomian warga Tanjung Agung dan Tanjung Jaya.

Dijelaskannya juga, membuat waduk salah satu program Pemerintah Kota Bengkulu. Hasil musyawarah pemerintah dengan warga setempat ini akan digenjot agar dapat terealisasi.

“Dana APBD kita gak cukup, upaya pembangunan waduk ini kita clearkan dulu masalah lahan tanah, karena kita tidak punya uang untuk mengganti rugi lahan,” ungkapnya.

Selain itu, lahan 11 hektar akan dibuat tempat pemancingan terbesar di Bengkulu. Pengelolanya kembali yang punya lahan tanah.

“Nanti namanya kita sebut Danau Fatmawati, untuk meyakinkan bahwa tanah tersebut tetap milik warga kita. Bila perlu nanti kami buat surat perjanjian,” cetus Helmi.

Pertanyaan dilontarkan dari salah seorang Ketua RT 01 Tanjung Jaya yang juga pemilik lahan, Junaidi. Dirinya sangat mendukung pembangunan ini tetapi, yang diragukan sebab akibatnya.

“Pemilik lahan tidak mendapat ganti rugi dan lahan yang sudah diolah tapi masih milik warga, ini perlu diperjelas,” sampainya.

Wakil Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudy, menambahkan, hak dan kepimilikan lahan tanah masih punya warga. Di sekitaran waduk akan dijadikan tempat perekonomian dan tempat wisata.

“Nantinya akan dibuat koperasi untuk membagi hasilnya. Pembagian akan dibagi sesuai luas lahan yang dimiliki,” terangnya.

Waduk ini, sambung Dedy, merupakan solusi yang ditawarkan Pemerintah Kota, agar ke depan dapat dinikmati anak cucu dan tidak merasakan kebanjiran lagi.

“Terpenting sekarang kesepahaman dan kesepakatan bahwa masalah ini menjadi permasalah bersama dan kami yakin bahwa warga akan memberikan solusi,” pungkasnya.(cw4)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close