Aliansi Perempuan Peduli Indonesia Tekan Pentingnya Ketahanan Keluarga Masa Krisis Ekonomi

BENGKULU, newsikal.com – Perempuan memiliki peranan dan pengaruh yang sangat penting dalam ikut menyelesaikan krisis ekonomi khususnya di dalam keluarga.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Provinsi Bengkulu Foritha Ramadhani saat mewakili Plt. Gubernur Bengkulu pada Launching dan Peduli Yatim Organisasi Aliansi Perempuan Peduli Indonesia (ALPPIND) Wilayah Provinsi Bengkulu, Sabtu (28/11/2020).

“Kita harapkan Aliansi Perempuan Peduli Indonesia Wilayah Bengkulu dapat membantu pemerintah khususnya pemerintah daerah Provinsi Bengkulu dalam ikut aktif dalam misi pembangunan,” jelas Kepala DP3APPKB Provinsi Bengkulu Foritha Ramadhani yang juga didampingi Ketua Dharma Wanita Provinsi Bengkulu Rahima Hamka Sabri.

Ia pun memberikan apresiasi kepada ALPPIND perwakilan wilayah Provinsi Bengkulu karena fokus kepada ketahanan keluarga apalagi di era Pandemi Covid-19 saat ini. Menurut Fhorita, permasalahan dan kendala pembangunan dapat diatasi dengan penguatan ketahanan keluarga.

“Kita merasakan program ini dapat menjadi partner dari pemerintah, karena saat ini kita mengahadapi krisis ekonomi yang luar biasa bahkan dunia, dengan adanya gerakan peduli khususnya bagi anak – anak yatim, kita berharap kegiatan ALPPIND ini bisa lebih lebar lagi terutama dalam peningkatan ketahanan keluarga,” harap Foritha.

Ketua Aliansi Perempuan Peduli Indonesia Wilayah Bengkulu Diana Komena menjelaskan fokus utama dari ALPPIND sendiri adalah untuk menjaga ketahanan keluarga. Karena semua dapat kita jaga melalui ketahanan keluarga.

“Kenapa terjadi krisis moral itu dari keluarga, ketika kita mampu mewujudkan ketahanan keluarga maka Insya Allah kita akan mampu menghadapi krisis yang multi dimensi ini,” pungkas Diana Komena. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button

You cannot copy content of this page

Close