Cara Unik Ala Edwar Samsi Gelar Reses di Lubuk Penyamun Merigi

KEPAHIANG, newsikal.com – Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu Edwar Samsi, S.Ip, MM gelar reses ketiga di Desa Lubuk Penyamun Kecamatan Merigi, Jumat (25/11/2022). Seperti biasa, reses ini disambut hangat oleh masyarakat setempat.

Tetapi ada yang beda dalam reses ini, uniknya Edwar menyempatkan bermain games kepada masyarakat dengan hadiah sederhana yang unik. Sontak, games ini membuat masyarakat semakin bahagia dan membuat suasana menjadi cair.

Edwar Samsi saat memberikan hadiah berupa satu karpet telur ke warga yang hafal hymne guru

Tidak sulit, pada games ini Edwar meminta salah satu warga menyebutkan isi Pancasila dan hafal lagu Hymne Guru. Hal ini membuat salah satu warga tersebut tertawa seakan takut tidak hafal, hingga tawa tersebut diikuti seluruh masyarakat yang hadir.

Dikatakan Edwar, dirinya sengaja membuat games ini, karena ia ingin membuat suasana lebih cair hingga kegiatan reses ini dapat berjalan dengan khidmat dan bermanfaat.

“Kami beri hadiah untuk warga yang bisa melalui tantangan tersebut. Hadiahnya, ada telur sekarpet, sarung dan masih banyak yang lainnya,” ujarnya.

Alhasil, games ini betul-betul membuat masyarakat yang hadir begitu senang. Terkhusus emak-emak yang begitu terdengar teriakan tawa histerisnya saat game ini berlangsung.

Sementara itu, adapun juga yang membuat reses ini berbeda bahwa reses ini juga bertepatan dengan Hari Guru Nasional. Maka sesudah menyanyikan lagu Indonesia Raya dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Hymne Guru.

“Sama-sama kita menyanyikan lagu Hymne guru untuk mengenang jasa guru, yang berjuang tanpa pamrih dan berjuang tanpa tanda jasa. Negara ini besar karena adanya guru, selamat hari guru,” ucapnya.

Sedangkan itu terkait aspirasi yang disampaikan masyarakat, Edwar berjanji akan sekuat tenaga merealisasikannya. Baik itu terkait infrastruktur jalan, layanan rumah sakit dan lowongan kerja.

“Masyarakat sempat mengeluhkan mencari kerja susah, bahkan ingin bekerja sebagai ASN pun harus bayar dengan biaya yang sangat tinggi. Keluhan ini akan saya bawa ke Provinsi, agar menjadi evaluasi bagi Pemerintah baik kabupaten ataupun Provinsi Bengkulu,” pungkasnya.(kai)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button

You cannot copy content of this page

Close