Pasien RS UMMI Terpaksa Pulang, BPJS: Pemkot yang Minta Nonaktifkan Kartu

BENGKULU, newsikal.com – Polemik yang terjadi di Rumah Sakit UMMI beberapa waktu lalu, terkait pasien yang terpaksa pulang karena kartu BPJS nonaktif diklarifikasi oleh pihak BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu.

Disampaikan Kepala Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu, Mitra Akbar, yang dilansir dari Kabarrafflesia.com, pihaknya menonaktikan kartu pasien karena permintaan Pemerintah Kota Bengkulu. Pasalnya, penonaktifan dilakukan berdasarkan surat permohonan dari Pemerintah Kota Bengkulu.

Setelah itu, sambungnya, karena kartunya tidak terdaftar lagi sebagai peserta Jamkesda Pemerintah Kota Bengkulu, suami pasien Dery Pratama mengalihkan kartunya ke peserta mandiri.

“Ketentuannya, setelah pendaftaran peserta mandiri baru aktif 14 hari kalender,” ujarnya.

Belum tahu pasti, apakah Dery sebagai peserta yang dinonaktifkan dari Jamkesda tidak diberi pemberitahuan atau pserta tak mengindahkan pemberitahuan Pemkot. Yang pasti, hal ini terjadi karena adanya miss komunikasi.

Sementara, untuk diketahui peserta Jamkesda Pemerintah Kota Bengkulu memang menurun drasti. Datanya, bulan Januari peserta yang di-cover 8.199 orang, sedangkan bulan ini hanya 3635 yang masih di-cover.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close