Pembentukan Pik R dan Penerapan Media Ular Tangga Dapat Tingkatkan Penerimaan Konsep Pendewasaan Usia Perkawinan

Ditulis oleh Epti Yorita, SST, MPH, Diah Eka Nugraheni, SST, M.Keb, Else Sri Rahayu, SST, M.Tr.Keb

Salah satu Program Kementerian Kesehatan Tahun 2022-2024 adalah transformasi di bidang kesehatan dengan 6 pilar utama. Salah satu pilar adalah transformasi layanan primer yang berfokus pada pelayanan promotif dan preventif. Upaya promotif dan promotif juga ditujukan untuk bidang pengendalian kependudukan  sebagai bonus demografi dan penurunan angka stunting dengan target 14%Tahun 2024. Selain itu upaya pelaksanaan pilar transformasi SDM kesehatan dilakukan juga untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan adalah melalui academic health system yaitu sebuah model kebijakan yang mengakomodir potensi masing-masing institusi pendidikan kesehatan ke dalam satu rangkaian visi yang berbasis pada kebutuhan masyarakat. Untuk itu Institusi Poltekkes Kemenkes Bengkulu melakukan kegiatan pengabdian masyarakat bagi dosen yang bersumber dari hasil   dengan skema Program Kemitraan Masyarakat (PKM).

Adapun kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah Pembentukan PIK R dan Penerapan Media Ular Tangga untuk meningkatkan Penerimaan Konsep Pendewasaan Usia Perkawinan Pada Kelompok PIK R Di SMP N 14 Kecamatan Singaran Pati Kota Bengkulu Tahun 2022.  Hal ini karena salah satu faktor risiko stunting adalah kehamilan usia muda. Kehamilan pada usia kurang dari 17 tahun akan meningkatkan resiko komplikasi medis. Anatomi tubuh gadis remaja yang belum siap untuk proses mengandung maupun melahirkan, berpotensi pada terjadinya komplikasi berupa gangguan pada saat persalinan, pembukaan dalam persalinan tidak ada kemajuan serta bayi berat badan lahir rendah dan persalinan premature (Fadlyana dkk, 2009, Wulandari, 2014).

Untuk itu, diperlukan orientasi dan pembinaan secara optimal dan upaya pemantapan untuk mengembangkan pengelolaan PIK R melalui optimalisasi peran kelompok sebaya  di SMP 14 Kecamatan Singaran Pati dalam kegiatan pembentukan PIK R untuk melakukan promosi kesehatan tentang pendewasaan usia perkawinan (PUP). Selain pembentukan PIK R kegiatan pengabdian masyarakat ini juga menerapkan media promosi permainan ular tangga karena penelitian sebelumnya terbukti media permainan ular tangga dapat berpengaruh terhadap pengetahuan dan sikap remaja dalam penerimaan konsep pendewasaan usia perkawinan (Eliana dan Yorita, 2020).

Khalayak sasaran pada kegiatan ini adalah Remaja sebagai Kelompok Sebaya sebanyak 20 orang, Remaja kelompok sasaran penerima promosi kesehatan sebanya 20 orang, Petugas Puskesmas 2 orang (Pemegang Program PKPR Puskesmas Lingkar Timur), Petugas PLKB Kecamatan Singaran Pati, Duta Genre Tingkat nasional sebagai narasumber PIK R, guru BK, Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP N 14 Kota Bengkulu. Kegiatan diawali dengan sosialisasi, pelatihan kelompok PIK R, penerapan media permainan ular tangga, ujicoba kemampuan PIK R dalam memberikan penyuluhan PUP. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini menemukan bahwa Pembentukan PIK dan dapat meningkatkan pengetahuan, sikap kelompok PIK R tentang PUP, lebih lanjut kelompok mampu memberikan penyuluhan pada teman sebaya. Teman sebaya yang diberikan penyuluhan dan permainan media ular tangga juga meningkat pengetahuan dan sikap tentang PUP. Penulis menyarankan agar dilakukan pembinaan berkelanjutan oleh mitra terhadap wadah PIK R, kelompok PIK R perlu diberikan pelatihan secara teratur dan terus menerus untuk meningkatkan kemampuan kelompok ini dalam memberikan pendampingan pada teman sebaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button