Apindo dan Aci Sebut Daya Saing Provinsi Bengkulu Rendah

BENGKULU, newsikal.com – Survei Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) tahap VII Provinsi Bengkulu bekerja sama dengan Asia Competitiveness Institute (ACI)  Singapura menilai, rendahnya tahap kemajuan dihambat dari daya saing Bengkulu soal birokrasi, infrastruktur, sumber daya manusia. Hasil ini disampaikannya pada pertemuan Apindo dan Aci dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu di Hotel Santika, Senin (9/9/2018).

Biro Ekonomi Pemprov, Ansori Tawakal yang mewakili Plt. Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, mengatakan Pemprov mengapresiasi atas survei daya saing daerah ini. Disampaikannya, data terakhir yang terhimpun, Bengkulu beberapa tahun terakhir masuk rangking  24, 25, 28  se-Indonesia.

Maka mudah-mudahan, Bengkulu bisa masuk rangking belasan. Tetapi, itu perlu usaha dan lebih bekerja keras lagi.

“Lima perioritas program utama Pemprov yakni pengetasan kemiskinan, dari data BPS tahun 2017 di angka 15,55%, ini di atas rata-rata Nasional. Di Bengkulu, 15% masih hidup di zona kemiskinan. Prioritas ke dua, meningkatkan produk unggulan daerah melalui sektor pertanian baik sawit, karet dan buah-buahan lainnya, serta perternakan, perikanan dan pariwisata. Lalu ke tiga, membangun infrastruktur dasar strategis. Ke empat, reformasi birokrasi pengelolaan pemerintahan yang baik dan bersih, saling bersinergi dengan ASN dan PNS produk kebijakan daerah. Terakhir ke lima yaitu visit Wonderfull Bengkulu 2020 khusus pariwisata,” jelas Ansori.

Lanjutnya, apapun hasil surveinya semoga dapat meningkatkan evaluasi  daya saing daerah, perlu didukung secara serius apa yang sebenarnya terjadi dengan konteks investasi yang ada di Bengkulu.

“Menurut saya, memang Bengkulu sulit berkembang dalam daya saing dengan provinsi lain dari sisi sumber daya manusia, infrastruktur bangunan dan telekomunikasi serta regulasi dan peraturan perundang-undangan,” katanya.

Hal senada, juga dikatakan Ketua Apindo, Basri Muhammad, sesuai dengan hasil survei sebanyak enam kali, memang sampai hari ini yang menghambat daya saing Bengkulu soal birokrasi, infrastruktur, sumber daya manusia.

Ia menginginkan, survei ini benar-benar menjadi referensi bagi Pemprov untuk melakukan evaluasi dalam meningkatkan kerja birokrasi bahkan sumber daya manusia.

Peserta yang diundang pada kegiatan ini mulai dari beberapa unsur, baik perkebunan, pertanian, perhotelan dan lain-lain.

“Kami juga pilih-pilih pesertanya, terutama menjadi anggota Apindo, karena seluruh perusahaan di Provinsi Bengkulu tidak semua masuk anggota kami,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
Close