Miris, Seorang Ayah Mencabuli Anak Kandung dan Tirinya Sampai Hamil

BENGKULU TENGAH, newsikal.com – Reserse Kriminal (Reskrim) Polresta kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) bekerja sama dengan Polsek Pondok Kelapa Rabu (13/01/2021) malam pukul 23.00 WIB melakukan penangkapan terhadap pelaku pencabulan anak kandung dan anak tirinya sendiri di kediaman pelaku Kecamatan Pondok Kelapa.

Sementara Kasat Reskrim Polres Benteng Iman Falucky, S.TK, S.IK saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut, hari Rabu malam Kamis kurang lebih pukul 23.00 WIB. Polres Benteng bekerjasama dengan Polsek Pondok Kelapa melakukan penangkapan terahadap pelaku pencabulan berinisial IJ (32) di kediamannya setelah mendapat laporan dari istri pelaku. Diketahui lelaki ini telah melakukan tindakan asusila terhadap P (4) yang merupakan anak kandung pelaku sendiri.

“Iya benar mas, tadi malam ada penangkapan kasus pencabulan. Dan saat ini masih kita dalami,” terang Iman Falucky Kasat Reskrim Polres Benteng Kamis, (14/01/2021)

Iman Falucky juga menjelaskan, selain anak kandung pelaku. Anak tiri pelaku berinisial AP (17) yang saat ini duduk di bangku Sekolah Menengah Atas juga korban kebiadaban pelaku, dimana AP saat ini tengah hamil 5 bulan.

“Ada dua korban, pertama anak kandung berusia 4 tahun dan anak tirinya sendiri umur 17 tahun yang saat ini sudah hamil 5 bulan,” ujarnya.

Kronologis penangkapan sendiri bermula dari laporan istri pelaku yang sebelumnya diberitahu oleh anak laki-lakinya yang sama-sama tidur dan tinggal satu rumah dengan pelaku. Kakak korban sekaligus saksi mata tersebut menceritakan kepada ibunya, kejadian tindakan asusila dilakukan pelaku saat malam hari di bulan Desember 2020 lalu.

“Pelaku ini memang sudah pisah ranjang dengan istrinya. Sementara dari saksi mata anak laki-laki pelaku yang melihat ayahnya sedang meraba kemaluan P melapor kepada ibunya dan dilakukan visum dengan hasil kemaluan korban sudah rusak,” terangnya.

Sementara pelaku saat ini sudah diamankan di Mapolres Benteng dan terus dilakukan penyelidikan lebih lanjut. (***)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Back to top button
Close