PPNI dan Mahasiswa Perawat di Bengkulu, Tegas Tolak RUU Kesehatan Omnibus Law

BENGKULU, newsikal.com – Gelar Seminar Nasional, Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI) Kota Bengkulu bersama mahasiswa dan perawat menolak UU Keperawatan masuk dalam RUU Kesehatan Omnibus Law. Hal itu juga secara tegas dinyatakan Ketua DPW PPNI Provinsi Bengkulu H. Fauzan Adriansah, SKM, MM, dalam materinya sebagai narasumber, Selasa (13/12/2022) di Aula Kampus IV UMB.

Dirinya menyebut, RUU Kesehatan mengancam hilangnya UU Keperawatan. Sedangkan, UU Keperawatan ini telah diperjuangkan dari tahun 74 hingga 2014 baru terealisasi dengan perjuangan yang keras.

Foto bersama usai melantik Bapena PPNI dan DPK se-Kota Bengkulu

Semenjak itu, terangnya, derajat perawat semakin meningkat. Bahkan kualitas perawat juga semakin tinggi dan profesional dalam menangani masyarakat.

“Sebaiknya, jika ada yang kurang tinggal ditambahkan turunannya saja. Jangan menghilangkan yang sudah ada,” ujarnya.

Selain itu ia menyayangkan, tenaga kesehatan perawat yang menjadi garda terdepan baik di rumah sakit maupun pada pandemi Covid 19 mendapat upaya pelemahan. Padahal, yang membuat perawat kuat pada saat itu ialah UU Keperawatan.

Penandatanganan SK DPK yang disaksikan Wakil Walikota dan Rektor UM Bengkulu

“Jika pemerintah dan DPR tidak menggubris itu, kami akan melakukan aksi besar-besaran secara nasional. Tapi jika ini bisa diselesaikan dengan baik maka kami sangat menghargainya,” ungkap Fauzan.

Beberapa waktu ini, dijelaskannya PPNI memang intens berdiskusi dan melakukan lobi-lobi dengan pemangku kebijakan. Dengan harapan akan mendapat jalan keluar dari permasalahan ini.

“Untuk itu, saya sampaikan kepada seluruh perawat yang ada di Provinsi Bengkulu, mari kita bersatu padu merapatkan barisan untuk menghadapi masalah ini. Kita kuat karena kita bersama,” kata Fauzan.

Sementara itu, di sisi lain, Wakil Walikota Bengkulu Dr. Dedi Wahyudi, SE, MM, mengungkapkan rasa bangga dirinya terhadap perawat. Memang benar perawat ialah garda terdepan dalam menangani masyarakat saat dilanda sakit.

“Maka saya yakin perawat di Bengkulu akan memberikan kontribusi besar untuk masyarakat menuju Indonesia sehat,” ucapnya.

Ia juga mengatakan bahwa pemerintah Kota Bengkulu akan terus bersinergi dengan PPNI, karena baginya perawat merupakan ujung tombak dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Lebih dari itu, ia juga menuturkan bahwa memang saat ini perawat khususnya PPNI sedang berjuang menyuarakan aspirasinya, dengan menolak diikutsertakannya UU Keperawatan dibahas dalam RUU Kesehatan Omnibus Law. Karena dirasakan perawat bahwasanya UU Kesehatan tersebut akan melemahkan profesi perawat salah satunya dalam kesetaraan perawat berdasarkan pendidikan.

“Tapi saya punya keyakinan pemerintah akan mendengar suara perawat. Karena sejatinya aturan itu tidak boleh merugikan yang sudah ada,” pungkasnya.

Kegiatan ini juga dilangsungkan pelantikan seluruh Dewan Pengurus Komisariat (DPK) di Kota Bengkulu dan juga pelantikan pengurus Badan Penanggulangan Bencana (Bapena) PPNI Provinsi Bengkulu. Hadir pula dalam acara ini yaitu Rektor Universitas Muhammadiyah (UM) Bengkulu, Susianto, Ketua DPD PPNI Kota Bengkulu Ns. Dedy dan Heryanto, S.Kep.

Acara ini disambut hangat oleh peserta yang notabene perawat dan mahasiswa perawat. Apalagi, di tengah acara disematkan dengan pembagian doorprize.(kai)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button