Rapat Kerja Memanas, Komisi II Provinsi Bengkulu Sempat Sebut Dirut BUMD Tidak Benar Bekerja

BENGKULU, newsikal.com – Rapat kerja antara Komisi II DPRD Provinsi Bengkulu dengan Pejabat BUMD di ruang rapat komisi, Provinsi Bengkulu, Rabu (18/05/2022) berlangsung panas.

Pasalnya, seorang anggota dewan DPRD Provinsi Bengkulu Edi Ramli menyebut jajaran Dirut BUMD tidak benar dalam bekerja.

Anggota Dewan itu bahkan menyebut dirinya telah melakukan sidak kelokasi kantor PT Bengkulu Mandiri  melihat tidak ada usaha bahkan mirisnya lagi kantor saja tidak terurus padahal penyertaan modal yang bersumber dari APBD Miliaran diberikan.

“Jika target capaian Pendapatan Anggaran Daerah (PAD) Dirut BUMD dalam satu tahun hanya 5 juta minta uang pribadi saya saja, saya kasih 10 juta setahun tidak perlu menggunakan uang rakyat sebagai modal,” ungkapnya. 

Direktur PT Bengkulu Mandiri Saut langsung menjawab pernyataan anggota Edi dan mengatakan bahwa dirinya menjabat direktur baru dan tidak mewarisi aset yang bisa berbisnis.

“ Saya tidak mengetahui soal penyertaan modal dan aset usaha yang telah diberikan melalui sumber APBD pada Direktur yang lama bahkan pajak dan rekening perusahan mati,” ungkapnya.

Tak berhenti sampai disitu, Anggota Komisi II DPRD Provinsi Lain Sri Rezeki mengatakan Dirut BUMD sebaiknya disarankan jual ikan jika capaian target hanyalah 5 juta. “ jual ikan” lebih penghasilan segitu.

Ketidak cocokan penyertaan modal dan pendapatan bahkan sampai mirisnya aset perusahan tak tahu kemana uang rakyat digunakan membuat Anggota Dewan marah pada Dirut BUMD yang hadir.

BUMD yang hadir PT Bengkulu Mandiri, PT Sarana Mandiri Mukti, PT Bimex, dan PT askrida.Sementara Anggota DPRD Komisi II Suimi Fales mengaku kecewa dalam proses seleksi pemilihan Dirut BUMD beberapa waktu lalu.

“Saya tidak meragukan kemampuan direktur, namun kemampuan tersebut tertutupi lantaran tidak terbuka dan terkesan Dirut BUMD orang dekat Gubernur Bengkulu saja,” tutur suimi.

Disisi lain Anggota DPRD komisi II Husen Sembiring mengatakan Dirut BUMD tidak update soal usaha yang akan dibuat.

“ Contoh tidak mengetahui bahwa di lapangan golf ada usaha cafe, dalam perencanaan dirut mau membuat disekitaran lapangan golf untuk tempat usaha, kalian jual kacang saja dilapangan golf dapat duit atau buat tampal ban di dekat hotel bidadari,”. ungkap husen dengan nada tegas.

Menjelang waktu istirahat, rapat ditunda oleh ketua komisi II DPRD Provinsi Bengkulu Junaidi dan dilanjutkan kembali dengan pembahasan penyertaan modal 2022. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button