Dinkes Gelar Sosialisasi Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif

BENGKULU, newsikal.com – Berdasarkan data Badan Statistik Tahun 2017, 121 juta jiwa dari jumlah penduduk Indonesia 262 juta jiwa merupakan pekerja. Dari jumlah tersebut, sebanyak 46,3 juta jiwa pekerja perempuan.

Saat ini, perenpuan bekerja hampir di semua sektor. Maka tak heran, perempuan pekerja dihadapkan dengan berbagai risiko.

Pekerja perempuan sangat berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan. Karena selain bekerja, perempuan juga memiliki tanggung jawab sebagai ibu rumah tangga.

Maka untuk mengatasi masalah itu, Dinkes Provinsi Bengkulu menggelar sosialisasi gerakan pekerja perempuan yang sehat dan produktif di The Madeline Hotel (22-24/2/2019).

Disampaikan, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, SKM, M.Kes, M.Si, melalui Kabid Promkes, Nelly Alesa, dari data riskesda tahun 2013 berbagai masalah kesehatan yang dialami pekerja perempuan, diantaranya, KEK 24,2%, Anemia gizi 16,9-25% dan obesitas umur kurang dari 15 tahun 42,1%. Lalu penular berdasarkan data BPS dari survey angkatan kerja nasional 2017 menunjukan bahwa 43,43% berpendidikan SD ke bawah.

“Untuk itu, kami akan terus berupaya meningkatkan kesehatan para pekerja perempuan ini dengan Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif (GP2SP),” ujarnya.

Dijelaskannya, GP2SP merupakan upaya pemerintah, masyarakat maupun pemberi kerja dan serikat kerja atau buruh untuk menggalang dan berperan serta meningkatkan kepedulian hingga mewujudkan kesehatan pekerja perempuan.

“Jika pekerja perempuan sehat, kerjanya pun juga jadi produktif. Generasi penerus juga jadi berkualitas,” ungkapnya.

Ia berharap, dengan adanya sosialisasi ini dapat terlaksananya koordinasi dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan kesehatan kerja serta olahraga khususnya pekerja perempuan sehat produktif.

“Tidak hanya itu, semoga dengan ini meningkatnya dukungan dari pihak lintas program dan lintas sektor dalam menjalankan kegiatan GP2SP ini,” pungkasnya.

Kegiatan ini dihadiri para kepala seksi kesling dan kesjaor dinas kesehatan, kepala seksi pengelola program terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, lalu kepaka seksi pengelola program terkait ketenagakerjaan dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja.(adv/kay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
Close