Gubernur Rohidin: Penanganan Stunting Harus Secara Sistematis

BENGKULU, newsikal.com – Isu stunting menjadi persoalan yang serius bagi pembangunan bangsa yang harus ditangani secara sistematis. Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama dengan seluruh stakeholder terus melakukan upaya guna mempercepat penurunan stunting di Bengkulu.

Hal itupun disampaikan oleh Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah usai meninjau kegiatan bakti sosial yang di gelar Polda Bengkulu di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pulau Bai Bengkulu, Kamis (22/6/2023).

Saat ini prevalensi stunting di Provinsi Bengkulu masih tergolong tinggi sebesar 18%, dimana secara nasional angka stunting masih berada pada angka 21,6 persen.

Diketahui prevalensi stunting di Provinsi Bengkulu berdasarkan data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) pada tahun 2021, berada pada angka 22,1 %. Sementara untuk data SSGI pada tahun 2022 sebesar 19 %, artinya prevalensi stunting Provinsi Bengkulu mengalami penurunan sebesar 3 persen.

“Karena memang ada program dari masing-masing instansi untuk bagaimana menyasar tidak hanya penanganan kasusnya tetapi juga bagaimana caranya untuk mencegah stunting termasuk yang dilakukan Polda Bengkulu,” kata Rohidin Mersyah.

Ia menyebutkan ada dua daerah di Bengkulu yang angka stuntingnya masih terbilang tinggi.

Sehingga perlu keseriusan dan penanganan sistemis berjenjang dari semua pemangku kepentingan, yang dibangun dengan sistem regulasi untuk menurunkan angka stunting.

“Masih tinggi itu Bengkulu Tengah, itu masih jauh diatas rata-rata. Kalau Provinsi sudah 18%. Kemudian Bengkulu Selatan, dan yang rendah dalam posisi sangat baik itu Kabupaten Kaur,” pungkas Rohidin Mersyah. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button

You cannot copy content of this page