Oknum Kenek Bus ALS Aniaya dan Turunkan Penumpang di Tengah Jalan

BENGKULU, newsikal.com – Sungguh tak punya hati dan rasa kemanusiaan, oknum kenek Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) aniaya penumpang dengan mendorong sembari mencekik penumpang leher hingga terjatuh. Tidak hanya itu, bahkan penumpang tersebut diturunkan paksa di pertengahan jalan pada kondisi larut malam pukul 00.30 WIB.

Kejadian ini bermula, penumpang bernama Dori Nuringgani yang berprofesi seorang jurnalis bersama adiknya tersebut ingin berangkan ke Solok, Padang, pada 31 Maret 2022 pukul 18.00 WIB, mau melayat keluarganya yang meninggal dunia. Berangkat dari loket ALS Lubuklinggau naik Bus ALS 169.

“Sebelum berangkat saya bertanya dan berkata kepada petugas loket untuk memastikan ada tempat duduk apa tidak. Dan petugas loket bilang ada, setelah beli tiket saya langsung naik ke bus. Lalu kenek berkata ada bangku satu tujuan Medan dan menyuruh saya untuk duduk saja dulu di bangku crew di depan,” ujarnya.

Dikarenakan cuma ada bangku 1 kosong, dirinya menyuruh adiknya untuk duduk di bangku yang kosong. Sedangkan dirinya duduk di depan, dijanjikan oleh crew jika nanti kalau ada yang turun lansung duduk.

“Sesampai di Singkut, Bus berhenti makan dan ganti sopir serta kenek, tiba -tiba kenek pengganti berambut putih saat mau berangkat dia mengajak saya naik dengan intonasi agak tinggi. Katanya ada tempat duduk di belakang,” ungkap Dori.

Dengan sabar ia menuruti perkataan oknum kenek tersebut. Begitu kaget dirinya setelah sampai di belakang ia disuruh duduk di atas karung paket.
“Saya sempat bertanya, kenapa tidak dikasih kursi tengah, mending saya duduk di depan saja,” ucapnya ceritakan itu.

Ketika sampai Muaro Bungo, ada penumpang yang naik dan turun. Ketika dirinya mau duduk di bangku orang yang mau turun ia langsung diusir ke belakang oleh oknum kenek tersebut dan memberi kursi tersebut kepada orang yang baru naik.

“Saya bilang saya bukan naik di jalan, saya beli tiket resmi. Langsung dengan arogannya oknum kenek tersebut mendorong saya hingga jatuh ke lantai Bus. Lalu ia suruh sopir berhenti dan menurunkan saya secara paksa sebelum sampai Kota Muaro Bungo,” terang Dori.

Dari kejadian tersebut dirinya mengalami luka di bagian tangan akibat terbentur bangku Bus saat didorong. Syukurnya, di tengah jalan tersebut tidak lama ada travel yang melintas dan dirinya naik travel.

“Saya sudah melakukan komplen dengan pihak managemen. Janjinya managemen akan menghubungi saya kembali dan ingin minta maaf serta mengembalikan ongkos yang sudah saya bayar. Tapi sampai saat ini managemen tidak ada tindak lanjut lagi,” tuturnya.

Dirinya masih menunggu itikad baik managemen, walaupun ini sudah termasuk perbuatan criminal. Jika nanti juga tidak ada itikad baik, kejadian ini akan ia laporkan ke pihak berwajib. Hal ini ia juga sudah ia koordinasikan ke jaringan organisasi Media Online Indonesia (MOI) baik di Sumatera Barat dan Jakarta.(kai)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button

You cannot copy content of this page

Close